Sejumlah Desa di Tapanuli Utara Masih Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara (Sumut), mengungkapkan sejumlah desa di tiga kecamatan masih dalam kondisi terisolasi.

Satu rumah rusak akibat banajir bandang dan lomgsor di Desa Panggugunan, Kabupaten Humbang Hasunditan, Selasa (9/12/2025).
Satu rumah rusak akibat banajir bandang dan lomgsor di Desa Panggugunan, Kabupaten Humbang Hasunditan, Selasa (9/12/2025).(dok : Tangkapan Layar).

DK-Tapanuli Utara: Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara (Sumut), mengungkapkan sejumlah desa di tiga kecamatan masih dalam kondisi terisolasi. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pematang Bandar, Parmonangan, dan Adian Koting.

“Saat ini yang terisolir di Desa Hutajulu Balik Kecamatan Parmonangan, Pardomuan Nauli Kecamatan Bandar, Siantarnapospos Kecamatan Adian Koting. Di Desa Pertengahan Parmonangan, ada dusun yang terisolir yaitu Dusun Simarsalaon,” kata Wakil Bupati Tapanuli Utara dalam pesan singkat yang diterima rri.co.id, Rabu (10/12/2025).

Sementara itu, beberapa desa yang parah terdampak banjir bandang dan longsor, seperti Pulogodang dan Panggugunan, sudah dapat dilintasi kendaraan. Bantuan dari pemerintah maupun para donatur terus berdatangan ke posko pengungsian.

Kepala Desa Panggugunan, Trinding Naepos, mengatakan lima warganya meninggal dunia dalam bencana tersebut. Lima lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 42 kepala keluarga (KK) atau 120 orang mengungsi.

“Warga trauma ya. Aktivitas siang hari pulang ke rumah dan malam hari ke pengungsian,” ujar Trinding Naepos.

Di kesempatan berbeda, Kepala Desa Pulogodang, Marator Simanulang, menyampaikan bahwa 200 kepala keluarga (KK) atau 600 jiwa terdampak. Ia meminta pemerintah segera melakukan pembersihan material longsor di wilayah desa.

“Paling dibutuhkan pemulihan lokasi banjir karena kalau hujan deras masih rawan longsor. Kalau hujan deras kami ketakutan,” ucap Marator.