DK-Bisnis-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berada di zona hijau pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI),Rabu (14/08).
IHSG ditutup pada level 7.436,03 atau naik 79,4 poin (1,08 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.356,63.
Sebanyak 333 saham naik, 241 saham turun, dan 220 saham stagnan. Sektor consumer cyclicals tercatat paling kuatnya naiknya sebesar 3,42 persen. Sementara itu, di posisi terlemah terdapat sektor properti dan real estate sebesar -0,25 persen.
Sepanjang hari ini, indeks LQ45 bergerak menguat. Saham yang mengalami penguatan terbesar di antaranya BRPT, ISAT, AKRA, EXCL, SIDO. Sedangkan, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya ITMG, MBMA, BUKA, INCO, GGRM.
Saham-saham pendorong indeks atau top gainers sore ini di antaranya: Wijaya Karya (WIKA) naik 50 poin atau 18,80 persen ke316; Ricky Putra Globalindo (RICY) naik 14 poin atau 17,72 persen ke 93; VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 17 poin atau 13,93 persen ke 139; Sumber Sinergi Makmur (IOTF) naik 11 poin atau 13,58 persen ke 92.
Sedangkan, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya BEBS, OLIV, INTA, PIPA, ZATA.
“Bursa Asia kompak menguat di tengah penantian rilisnya data inflasi Amerika Serikat pada malam hari ini yang tampaknya masih berada di jalur yang tepat,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (14/8).
Inflasi AS secara YoY diprediksi menurun dari sebelumnya 3 persen menjadi 2,9 persen. Sedangkan secara MoM, diprediksi meningkat dari sebelumnya -0,1 persen menjadi 0,2 persen.
“Tentu prediksi ini menunjukkan perekonomian AS yang tidak terkontraksi berlebih dan juga menuju target inflasi The Fed yang sebesar 2 persen sehingga kemungkinan pemangkasan suku bunga semakin di depan mata,” katanya.