DK-Sawahlunto (Sumbar)– Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sawahlunto menargetkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari Tuberkulosis (TB). Target itu dikuatkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto melalui Puskesmas Sungai Durian, Kamis 17 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Sawahlunto ini diikuti seluruh petugas. FGD menjadi sarana meningkatkan pemahaman dan kesiapan petugas dalam mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan yang padat.
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Sungai Durian hadir sebagai pemateri utama. Materi yang disampaikan mencakup tuntas, mulai dari penyebab TB, mekanisme penularan, gejala, strategi pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini dan kepatuhan berobat.
Agar tidak kaku, sesi dilakukan secara interaktif. Petugas diajak berdiskusi mencari langkah konkret yang bisa diterapkan langsung di dalam Rutan, mulai dari pemantauan kesehatan hingga edukasi kepada warga binaan.
“Dengan karakteristik ruangan yang terbatas, peran petugas sangat vital. Jika kita paham gejala dan jalur penularannya, maka penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum menyebar,” jelas salah satu nakes Puskesmas Sungai Durian.
Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto Mustofa menyebut kegiatan ini adalah bentuk komitmen nyata Rutan dalam menjaga kesehatan.
“Kami ingin setiap petugas memiliki pemahaman yang baik tentang bahaya TB. Dengan bekal itu, mereka bisa menjadi garda terdepan dalam pencegahan, deteksi dini, dan memberikan edukasi kepada warga binaan,” ujar Mustofa.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi.
“Sinergi dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sungai Durian adalah langkah strategis bagi kami. Ini menjadi modal penting untuk mewujudkan Rutan yang sehat, aman, dan bebas dari penyakit menular,” tegasnya.
FGD ini juga memperkuat koordinasi antara Rutan Sawahlunto dan Dinas Kesehatan. Ke depan, kedua pihak berkomitmen melanjutkan kerja sama melalui program promotif dan preventif secara berkelanjutan.
Langkah ini merupakan dukungan Rutan terhadap program nasional eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030.
“Dari lingkungan terkecil kita mulai. Dengan edukasi yang masif dan deteksi dini, kita ikut berkontribusi mewujudkan Indonesia bebas TB,” pungkas Mustofa.
Melalui penguatan kapasitas petugas dan sinergi lintas sektor, Rutan Sawahlunto optimis dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.












