Viral Chat Minta Proyek! Oknum Diduga Catut Nama Kapolres Buteng

Ketgam : Ketua LSM GARUDA, RAHIM, sumber : Istimewa

DK – Buton Tengah – Beredarnya tangkapan layar percakapan terkait permintaan proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Buton Tengah semakin memperkuat dugaan adanya praktik tidak wajar. Dalam isi percakapan tersebut, terlihat adanya upaya komunikasi dengan pihak dinas hingga menyebut keterlibatan nama Kapolres dalam proses penghubung.

Dalam chat yang beredar, oknum tersebut menyebut telah melakukan pengeluaran selama proses pengusulan proyek dan meminta agar persoalan tersebut dikomunikasikan ke pihak pimpinan. Bahkan, dalam lanjutan percakapan, disebutkan rencana untuk menyampaikan persoalan itu melalui Kapolres hingga ke tingkat Polda dan kejaksaan jika tidak menemukan titik terang.

Situasi ini memicu reaksi dari Direktur LSM-Garuda, Rahim Buton. Ia menegaskan pihaknya akan membawa persoalan ini ke ranah resmi dengan melaporkannya ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tenggara serta Mabes Polri.

Menurut Rahim, dugaan pencatutan nama pimpinan kepolisian dalam komunikasi terkait proyek merupakan hal serius yang harus diusut.

“Kami melihat ada indikasi yang tidak bisa dianggap biasa. Apalagi ada nama Kapolres yang disebut dalam percakapan, ini harus ditelusuri kebenarannya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah data pendukung, termasuk bukti percakapan yang kini beredar luas di masyarakat. Meski demikian, ia menekankan bahwa dugaan keterlibatan oknum perwira di Polres Buton Tengah masih perlu didalami lebih lanjut.

Sebagai langkah konkret, LSM-Garuda telah menyiapkan laporan resmi yang akan segera dilayangkan ke Propam. Rahim memastikan, laporan tersebut disertai bukti-bukti yang dianggap cukup untuk ditindaklanjuti oleh internal kepolisian.

“Data yang kami miliki insya Allah valid. Kita serahkan kepada mekanisme internal Polri untuk mengungkap fakta sebenarnya,” tambahnya.

Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari kontrol sosial agar institusi penegak hukum tetap bersih dan profesional. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi.

LSM-Garuda berharap, penanganan kasus ini dapat berjalan transparan sehingga tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan, serta menjaga situasi di Buton Tengah tetap kondusif.

 

Penulis: AkbarEditor: Herman