DK-Jakarta — Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa undangan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nasional 2026 yang beredar luas merupakan informasi tidak benar atau palsu.
Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Biro Hukum dan Humas BGN dalam keterangan resmi pada Jumat (1/5/2026). BGN memastikan surat undangan yang mencatut nama institusi serta Sekretaris Utama (Sestama) tidak pernah diterbitkan oleh pihaknya.
“Hasil penelusuran internal menunjukkan surat tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh Sestama maupun unit kerja mana pun di BGN. Karena itu, segala bentuk kegiatan yang mengatasnamakan undangan tersebut berada di luar tanggung jawab BGN,” demikian pernyataan resmi.
BGN mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tidak menindaklanjuti undangan tersebut. Selain itu, publik diminta lebih cermat dalam memverifikasi keabsahan dokumen yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
Sebagai langkah antisipasi, BGN menekankan pentingnya konfirmasi melalui kanal komunikasi resmi lembaga. Hal ini dilakukan untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus menghindari potensi kerugian akibat penyalahgunaan nama institusi.
BGN juga meminta masyarakat yang menerima informasi mencurigakan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar segera melapor melalui layanan resmi. Pengaduan dapat disampaikan melalui call center 127 atau Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI).
Sebelumnya, beredar surat undangan bimtek pengelolaan SPPG 2026 yang mengajak peserta menghadiri kegiatan di Balai Sudirman pada Senin, 4 Mei 2026. BGN memastikan surat tersebut merupakan bentuk penipuan dan meminta masyarakat untuk tidak menghiraukan informasi menyesatkan tersebut.














