DK-Sawahlunto(Sumbar)- Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah melantik kepengurusan rintisan Saka Yogaswara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto pada Rabu 15/4/2026. Saka pramuka binaan KPU ini menjadi Saka ke-11 yang aktif di Kota Sawahlunto dan diarahkan menjadi laboratorium literasi demokrasi bagi generasi muda.
Pembentukan Saka Yogaswara merupakan inovasi KPU Sawahlunto untuk membangun ruang edukasi kepemiluan yang lebih adaptif, komunikatif, dan berkelanjutan. Melalui metode kepramukaan, materi tentang prinsip demokrasi, azas Pemilu, tahapan penyelenggaraan, hingga regulasi teknis akan dikemas secara interaktif agar mudah diterima pramuka penegak dan pandega.
“Pemahaman terhadap proses demokrasi harus tumbuh sejak dini. Saka ini jembatan agar anak muda tidak asing dengan Pemilu, tidak apatis, dan tahu cara berpartisipasi secara cerdas,” kata Wawako Jeffry Hibatullah dalam arahannya.
Jeffry yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Sawahlunto menekankan agar Saka Yogaswara bergerak responsif dan berorientasi dampak. Ia meminta pengurus tidak terjebak seremoni. “Hadirkan kegiatan yang berdampak nyata, khususnya dalam meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap prinsip, azas, dan regulasi Pemilu,” tegasnya.
Dalam sambutan, Jeffry menyinggung capaian satuan karya lain di Sawahlunto yang selama ini aktif melampaui tugas edukasi internal. Saka Bhayangkara terlibat sosialisasi kamtibmas dan bantuan kebencanaan, Saka Bakti Husada aktif dalam promosi kesehatan di sekolah, Saka Wira Kartika rutin membantu penanaman pohon dan bela negara.
Model kontribusi yang menyentuh pelayanan publik itu, kata dia, layak direplikasi Saka Yogaswara dalam konteks kepemiluan. “Ekosistem Saka di Sawahlunto sudah hidup. Saka Yogaswara harus menambah warna dengan mengisi ruang literasi demokrasi yang inklusif dan partisipatif,” ujarnya.
Ketua KPU Sawahlunto yang turut hadir dalam pelantikan menyebut pembentukan Saka Yogaswara merespons data pemilih. Pada Pemilu 2024, lebih dari 52 persen Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Sawahlunto berada pada rentang usia 17-40 tahun. Kelompok pemilih muda ini sekaligus paling rentan terpapar disinformasi politik di media sosial.
“Selama ini sosialisasi kami musiman, menjelang tahapan. Dengan Saka, edukasi berjalan sepanjang tahun melalui gugus depan. Anggota Saka akan menjadi duta demokrasi di sekolah dan kampusnya,” kata Ketua KPU Sawahlunto.
KPU menyiapkan modul Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Kepemiluan berjenjang: Purwa, Madya, dan Utama. Materi mencakup pengenalan lembaga penyelenggara, simulasi pemungutan suara, etika kampanye digital, hingga tata cara melaporkan pelanggaran Pemilu.
Sebagai Ketua Kwarcab, Wawako Jeffry memastikan dukungan penuh gerakan pramuka. Kwarcab akan memfasilitasi pelatihan pembina Saka Yogaswara dan membuka akses ke seluruh gugus depan SMA, SMK, dan perguruan tinggi di Sawahlunto.
Pemko melalui Dinas Pendidikan dan Kesbangpol didorong memberi ruang agar program Saka Yogaswara masuk kegiatan ekstrakurikuler dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. “Demokrasi yang sehat butuh warga yang paham. Tugas kita menyiapkan generasi yang tidak hanya datang ke TPS, tapi mengerti mengapa suaranya penting,” kata Jeffry.
Pengurus rintisan Saka Yogaswara yang dilantik terdiri dari unsur komisioner KPU, andalan Kwarcab, dan pembina pramuka. Struktur lengkap dengan Mabi Saka, Pimpinan Saka, Pamong Saka, dan Instruktur Saka.
Ketua Pimpinan Saka Yogaswara menyampaikan tiga agenda prioritas pasca-pelantikan. Pertama, pemantapan struktur dan penyusunan rencana strategis 2026-2027. Kedua, pelatihan calon instruktur Saka dari unsur mantan penyelenggara adhoc. Ketiga, rekrutmen anggota angkatan pertama dari 12 gugus depan di SMA/SMK negeri dan swasta.
“Target semester II 2026 sudah ada 100 anggota aktif dan minimal satu kali perkemahan tematik kepemiluan tingkat kota,” ujarnya.
Ke depan, Saka Yogaswara didorong membentuk unit di tingkat ranting. Dengan begitu, edukasi kepemiluan bisa menjangkau hingga kelurahan melalui perkemahan Sabtu-Minggu dan giat bakti masyarakat. Topik yang disiapkan antara lain cara cek DPT online, mengenal surat suara, melawan politik uang, dan bijak bermedia sosial saat Pemilu.
Pemko Sawahlunto menilai kehadiran Saka Yogaswara memperkuat program Merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila, khususnya elemen berkebinekaan global dan bernalar kritis. Literasi demokrasi menjadi bagian dari civic education yang kontekstual.
Hingga berita ini diturunkan, Saka Yogaswara belum mengumumkan jadwal kegiatan perdana. Pengurus menyebut bulan Mei 2026 difokuskan untuk orientasi pembina dan finalisasi buku SKU-SKK Kepemiluan.


https://dpk.kepriprov.go.id/











