PBB Peringatkan Dunia di Ambang Perang Lebih Luas akibat Konflik Timur Tengah

Konflik di kawasan Timur Tengah yang memasuki bulan kedua memicu kekhawatiran internasional akan eskalasi lebih luas.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.(dok : Tangkapan Layar).

DK-New York – Konflik di kawasan Timur Tengah yang memasuki bulan kedua memicu kekhawatiran internasional akan eskalasi lebih luas. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres memperingatkan dunia berada di ambang perang yang lebih besar dengan dampak global.

Dalam pernyataannya di New York, Jumat (3/4/2026), Guterres menyoroti situasi kawasan yang terus memburuk, termasuk operasi militer yang masih dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Di sisi lain, Iran dilaporkan melakukan serangan ke negara-negara Teluk serta mengancam kapal di Selat Hormuz. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko gangguan terhadap jalur perdagangan energi global.

Guterres menegaskan bahwa setiap hari konflik berlanjut, penderitaan manusia terus meningkat, termasuk bertambahnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur.

Ia juga mengingatkan dampak ekonomi global mulai dirasakan, terutama oleh negara-negara yang bergantung pada impor energi. Gangguan kebebasan navigasi laut disebut memperparah tekanan ekonomi dunia.

Menurutnya, dampak krisis tidak lagi terbatas di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga pangan dan energi telah dirasakan masyarakat di berbagai negara berkembang.

Guterres memperingatkan bahwa terganggunya Selat Hormuz dapat memperburuk kondisi masyarakat paling rentan di dunia. Untuk meredam eskalasi, PBB mengirimkan utusan khusus, Jean Arnault, ke kawasan konflik.

Ia menegaskan penyelesaian konflik harus mengedepankan dialog, hukum internasional, dan Piagam PBB. Guterres juga menyerukan perlindungan warga sipil serta fasilitas penting, termasuk instalasi nuklir.

Secara tegas, ia meminta Amerika Serikat dan Israel menghentikan operasi militer, serta mendesak Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga.

PBB menekankan bahwa dialog menjadi satu-satunya jalan untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas dengan dampak global.