DK-Jakarta — Pemerintah mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci. Imbauan ini menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin dinamis dan tidak menentu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keselamatan dan pelindungan warga negara.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi. Maka, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Koordinasi dengan Arab Saudi dan Maskapai
Pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak panik.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan penanganan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” ucapnya.
Persiapan Haji Tetap Berjalan
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap merujuk pada sumber resmi guna menghindari keresahan.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi disebut tetap berlangsung sesuai jadwal.
“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” kata Dahnil.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.














