DK-Aceh – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan hunian sementara modular (huntara modular) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Proyek tersebut ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana dan ditargetkan rampung pada awal Ramadan.
Pembangunan huntara modular merupakan bagian dari penanganan darurat pascabencana yang dilakukan Kementerian PU guna memastikan masyarakat terdampak segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.
Menteri Dody menyampaikan bahwa progres pembangunan masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Progresnya masih sesuai jadwal. Insyaallah pada minggu pertama Ramadan ini bisa selesai total untuk 202 kepala keluarga,” kata Dody dalam keterangan pers, Jumat, 6 Februari 2026.
Dody menjelaskan, hunian modular dibangun di atas lahan seluas tiga hektare dengan menggunakan konstruksi baja prefabrikasi. Total bangunan terdiri atas 19 blok hunian dengan luas keseluruhan mencapai 4.855 meter persegi.
Hunian tersebut disiapkan untuk menampung hingga 228 kepala keluarga, dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai. Fasilitas tersebut meliputi 114 unit shower dan kloset, empat unit fasilitas ramah difabel, jaringan air bersih, serta pasokan listrik dari PLN.
Dody menambahkan, calon penghuni huntara modular telah siap untuk direlokasi sehingga masyarakat terdampak bencana diharapkan dapat segera menempati hunian sementara tersebut.
“Calon penghuninya sudah siap. Harapannya, pada awal Ramadan masyarakat terdampak sudah bisa langsung menghuni. Saat ini memang masih dalam proses, tetapi akan kami kejar agar selesai tepat waktu,” ujarnya.
Selain hunian, kawasan huntara juga dirancang terintegrasi dengan fasilitas pendukung seperti ruang publik, musala, area parkir, serta utilitas dasar lainnya. Kementerian PU memastikan percepatan pembangunan huntara menjadi dasar menuju pembangunan hunian tetap yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.
Sementara itu, prajurit TNI Angkatan Darat dari Kodam Iskandar Muda turut membangun sumur bor di lokasi pembangunan huntara. Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Ahmad Fauzi mengatakan, pembangunan sumur bor tersebut bertujuan untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.
“Dengan adanya sumur bor ini, masyarakat terdampak bencana di lokasi pengungsian dapat memperoleh air bersih. Air bersih merupakan kebutuhan vital yang menjadi prioritas TNI pascabencana,” kata Ahmad Fauzi.
Ia menambahkan, pembangunan sumur bor menggunakan mesin air portabel merupakan bentuk dukungan TNI dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga merupakan misi kemanusiaan untuk menyediakan sumber kehidupan yang layak bagi masyarakat terdampak.














