Pertamina Amankan Pasokan Elpiji Aceh Lewat Jalur Laut Pascabencana

Pascabencana banjir dan longsor di Aceh dan sebagian wilayah Sumatra, distribusi energi mengalami gangguan akibat sejumlah akses jalan terputus.

Petugas Pertamina Patra Niaga menyalurkan 360 ton elpiji untuk 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.
Petugas Pertamina Patra Niaga menyalurkan 360 ton elpiji untuk 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.(dok : Tangkapan Layar).

DK-Aceh: Pascabencana banjir dan longsor di Aceh dan sebagian wilayah Sumatra, distribusi energi mengalami gangguan akibat sejumlah akses jalan terputus. Meski demikian, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan elpiji tetap aman bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Hingga pertengahan Desember 2025, akses darat utama Lhokseumawe–Banda Aceh masih dalam tahap perbaikan sehingga distribusi elpiji melalui jalur darat belum dapat dilakukan secara optimal. Untuk menjaga kontinuitas pasokan, Pertamina mengalihkan distribusi elpiji melalui jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro.

Pengiriman dilakukan dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh dengan mengerahkan dua kapal laut, yakni Kapal Wira Loewisa dan Kapal Aceh Hebat 2. Kapal Wira Loewisa membawa 16 unit mobil tangki LPG jenis skid tank, sementara Kapal Aceh Hebat 2 mengangkut delapan unit skid tank.

“Total ada 24 skid tank yang dikirim melalui jalur laut, dengan kapasitas sekitar 15 metrik ton per unit,” ujar Sunardi, Rabu (17/12/2025). Dengan skema tersebut, total elpiji yang dikirim mencapai sekitar 360 ton.

Sunardi menjelaskan, elpiji yang tiba di Banda Aceh akan segera disalurkan ke berbagai wilayah dalam bentuk tabung. Distribusi mencakup lebih dari 30 ribu tabung LPG subsidi 3 kilogram serta tabung LPG non-subsidi 12 kilogram.

“Skema Ro-Ro ini terus kami lakukan untuk memastikan distribusi elpiji ke 10 kabupaten dan kota di Aceh tetap berjalan,” katanya. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan elpiji dipastikan mencukupi kebutuhan untuk beberapa hari ke depan.

Pertamina juga menerapkan skema RAE (Reguler, Alternatif, dan Emergency) dalam pendistribusian energi. Untuk wilayah Banda Aceh, distribusi dialihkan melalui jalur laut menuju Krueng Raya sebelum dilanjutkan kembali dengan jalur darat.

Sementara itu, distribusi elpiji ke Aceh Timur dan Langsa masih dapat dilakukan melalui jalur darat. Akses dari Aceh Tamiang menuju Lhokseumawe juga masih bisa dilalui kendaraan distribusi.

Selain jalur laut, Pertamina turut menyiapkan langkah darurat dengan mengerahkan helikopter menggunakan metode sling load untuk menyalurkan elpiji ke wilayah Bener Meriah yang masih sulit dijangkau.

“Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan elpiji di wilayah terdampak bencana, meskipun infrastruktur belum sepenuhnya pulih,” ucap Sunardi. Ia berharap perbaikan akses jalan Lhokseumawe–Banda Aceh segera rampung agar distribusi energi kembali normal.