DK – Buton Tengah – Pemerintah Desa Doda Bahari, Kecamatan Sangiawambulu, Kabupaten Buton Tengah, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pada tahun 2025 ini, desa tersebut mengalokasikan Rp143.963.200 dari sumber Dana Desa (DD) untuk pengembangan peternakan ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang desa untuk membangun kemandirian pangan dan ekonomi lokal. Melalui program ini, Pemerintah Desa Doda Bahari berupaya menghadirkan sumber pangan bergizi yang mudah diakses masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat memperkuat pendapatan desa.
Kepala Desa Doda Bahari, Abdul Hanis Anto, mengatakan bahwa program peternakan ayam petelur menjadi salah satu inovasi desa dalam menjaga stabilitas pangan dan gizi masyarakat. Telur, menurutnya, merupakan bahan pangan yang bergizi tinggi, mudah dikembangkan, dan memiliki permintaan pasar yang stabil.
“Peternakan ayam petelur ini kami bangun untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Selain hasilnya bisa dikonsumsi oleh warga, juga diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi BUMDes dan masyarakat,” ujar Abdul Hanis Anto saat dikonfirmasi Jum’at (21/11/2025)
Program ketahanan pangan ini sepenuhnya dikelola oleh BUMDes agar berjalan profesional dan berkelanjutan. Pemerintah desa memberikan dukungan berupa pembangunan kandang ayam, pengadaan bibit ayam petelur unggul, penyediaan pakan.
“Kami ingin BUMDes menjadi motor ekonomi desa. Semua hasil dan keuntungan dari usaha ini nantinya akan kembali ke masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan dan sosial,” tambahnya.
Abdul Hanis menjelaskan bahwa hasil panen telur nantinya akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di desa, serta sebagian dapat disuplai untuk mendukung pelaksanaan program nasional “Makan Bergizi Gratis (MBG)”. Namun ia menegaskan bahwa fokus utama program tetap pada penguatan ketahanan pangan lokal.
“Salah satu jalur distribusi hasil panen nanti bisa disalurkan untuk program Makan Bergizi Gratis. Tapi yang utama adalah memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi dan desa memiliki cadangan pangan sendiri,” jelasnya.
Menurutnya, dengan adanya peternakan ayam petelur ini, masyarakat tidak hanya mendapat pasokan telur segar setiap hari, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi secara langsung. Warga bisa terlibat dalam pengelolaan, distribusi, hingga pemasaran hasil produksi. Keterlibatan aktif masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki dan menjaga keberlanjutan program.
Program ketahanan pangan ini juga dirancang sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi desa. Dengan memproduksi telur secara mandiri, Doda Bahari dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, terutama saat harga bahan pangan melonjak di pasaran.
“Kalau ketahanan pangan kuat, ekonomi desa juga ikut tumbuh. Kita tidak perlu khawatir soal pasokan telur, karena sudah tersedia dari desa sendiri,” ujar Kepala Desa.
Dengan semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Desa Doda Bahari optimistis program peternakan ayam petelur ini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan tahan terhadap guncangan ekonomi.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan makanan, tapi tentang kemampuan desa menjaga keberlanjutan hidup warganya. Itulah semangat yang kami bangun di Doda Bahari,” tutupnya.














