
DK-Umum– Penampilan awan yang lembut dan ringan ternyata menipu—di balik pesonanya tersembunyi bobot yang sangat besar. Menurut hasil penelitian dari ilmuwan atmosfer, berat awan kumulus biasa bisa mencapai sekitar 500 ton.
Fakta Ilmiah dan Data Kuantitatif
Peggy LeMone, seorang peneliti di National Center for Atmospheric Research (NCAR), menyebutkan bahwa kepadatan air awan kumulus adalah sekitar 0,5 gram per meter kubik, setara dengan kecilnya sebutir pasir dalam bak mandi.Menggunakan estimasi volume awan berbentuk kubus dengan sisi sepanjang 1 kilometer—atau satu kilometer kubik—massa air yang dikandungnya mencapai 500 000 000 gram, alias 500 ton.National Geographicdetikcom
Beberapa media populer juga menulis awan kumulus memiliki berat setara 100 ekor gajah, dan bahkan dapat dibandingkan dengan empat paus biru, yang mempertegas betapa besar berat totalnya.National Geographic
Adapun awan sirus, yang tipis dan tersusun dari kristal es, memiliki kandungan air jauh lebih sedikit—sekitar 0,03 gram per meter kubik.
Sedangkan awan cumulonimbus atau awan badai, sangat tebal dan tinggi, bisa mengandung hingga 3 gram air per meter kubik—lebih dari sepuluh kali lipat dibanding awan kumulus.
“Walaupun berat awan bisa mencapai ratusan ton, partikel air yang sangat kecil—hanya beberapa mikrometer—serta arus udara ke atas, membuat awan tetap melayang,” jelas Peggy LeMone, peneliti dari NCAR.
Lebih lanjut, dinamika atmosfer memainkan peranan penting:
Ukuran tetesan air yang sangat kecil berarti gaya gravitasi tidak langsung menarik mereka turun.
Adanya updraft atau aliran udara hangat ke atas, serta tekanan udara yang berbeda antara bagian bawah dan atas awan, menjaga awan tetap melayang.














