
DK-BATAM – Perjuangan keluarga untuk mengungkap penyebab kematian balita Al Fatih Usnan (2) masih menemui jalan terjal. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Kota Batam pada Selasa (2/9), keluarga korban mengungkap kekecewaan mendalam atas lambatnya penanganan kasus yang sudah berjalan hampir satu tahun.
RDP tersebut dihadiri oleh keluarga korban, perwakilan Polresta Barelang, Kejaksaan Negeri Batam, dan sejumlah pihak terkait.
Ayah korban, Amir (37), menyampaikan kekecewaannya karena terduga pelaku, Elvi Sumanti, masih bebas. “Sudah lebih dari setahun kami menunggu keadilan, tetapi sampai sekarang dia masih bebas,” ujar Amir.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP M. Debby Tri Andrestian, menjelaskan bahwa laporan baru diterima pada Juli 2024, tiga bulan setelah kejadian pada 31 Maret 2024. Pihak kepolisian telah melakukan ekshumasi, namun kondisi jenazah yang sudah membusuk menyulitkan proses autopsi.
“Penyebab kematian tidak bisa dipastikan secara forensik, dan hasil autopsi tidak menemukan tanda kekerasan,” kata Debby. Pernyataan ini dibantah keluarga korban yang merasa ada yang ditutup-tutupi karena mereka belum menerima hasil visum atau autopsi resmi.
Sementara itu, dari pihak kejaksaan, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Batam, Fikram, menjelaskan bahwa berkas perkara yang diterima pada 6 November 2024 dinyatakan tidak lengkap dan dikembalikan ke polisi (P-19). Namun, pada 3 Januari 2025, pihaknya justru menerima Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari kepolisian.
“Menurut putusan praperadilan, status tersangka dibatalkan. Sejak itu, berkas tidak kembali lagi ke kejaksaan,” terang Fikram.
DPRD Akan Terus Mengawal
Lambatnya proses hukum ini memicu keprihatinan publik. Matius, Sekretaris Umum Perkumpulan Keluarga Sumba (PK Sumba), menyayangkan penegakan hukum yang berjalan di tempat. “Dengan saksi dan kronologi yang ada, seharusnya sudah ada penetapan tersangka,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, pimpinan RDP Fadli berjanji bahwa Komisi I DPRD Batam akan mengawal kasus ini. “Ini menjadi atensi publik. Kami akan terus dukung dan kawal agar keluarga mendapatkan keadilan,” pungkasnya.
Hingga kini, tabir kematian Al Fatih Usnan masih belum terungkap. Keluarga korban terus menantikan keadilan, sementara status tersangka masih menjadi misteri.














