DK-Sawahlunto (Sumbar) Transformasi digital di lingkungan pemasyarakatan kembali digaungkan. Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sawahlunto mengambil langkah progresif dengan menerapkan sistem pembayaran non-tunai melalui uang elektronik BRIZZI.
Langkah ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Sijunjung yang ditandai dengan kegiatan sosialisasi di Aula Rutan Sawahlunto, Senin 20 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh warga binaan, keluarga warga binaan, serta jajaran pegawai Rutan. Tim dari BRI Sijunjung hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait pemanfaatan BRIZZI sebagai solusi transaksi yang aman, praktis, dan efisien.
Perkembangan teknologi menuntut lembaga pemasyarakatan beradaptasi. Penggunaan uang tunai dalam transaksi dinilai memiliki sejumlah kelemahan, mulai dari risiko kehilangan, pemalsuan, hingga sulitnya pencatatan.
Berangkat dari hal tersebut, Rutan Sawahlunto menghadirkan BRIZZI sebagai alternatif pembayaran yang lebih modern.
Dalam sosialisasi, peserta dibekali materi mengenai fungsi kartu BRIZZI, tahapan pengisian saldo, hingga mekanisme transaksi melalui mesin EDC. Agar pemahaman tidak berhenti pada teori, sesi praktik langsung juga digelar. Warga binaan dan keluarga tampak antusias mencoba bertransaksi secara mandiri.
Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto, Mustofa, menyampaikan bahwa penerapan sistem ini merupakan wujud nyata komitmen Rutan dalam mendukung program modernisasi pemasyarakatan.
“Melalui BRIZZI, kami ingin menata ulang sistem transaksi di Rutan agar lebih mudah, aman, dan transparan. Tidak ada lagi keraguan dalam setiap transaksi karena semuanya tercatat secara digital. Ini bagian dari upaya kami memberikan pelayanan terbaik dan membangun kepercayaan publik,” ungkap Mustofa.
Ia menambahkan, sistem non-tunai ini juga akan mempermudah keluarga warga binaan saat menitipkan kebutuhan. Tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar saat berkunjung.
Dukungan penuh datang dari BRI Kantor Cabang Sijunjung. Pihaknya menilai inisiatif Rutan Sawahlunto sejalan dengan semangat inklusi keuangan dan digitalisasi layanan publik.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Rutan Sawahlunto. BRIZZI hadir untuk memberi kemudahan. Ke depan kami siap melakukan pendampingan berkelanjutan agar implementasinya berjalan lancar dan memberi manfaat seluas-luasnya,” kata perwakilan BRI.
Dengan sistem ini, setiap transaksi akan terekam otomatis. Hal ini tentu akan mempermudah pengawasan, meningkatkan akuntabilitas, dan menekan potensi penyimpangan.
Penerapan BRIZZI di Rutan Sawahlunto bukan sekadar pergantian metode bayar. Ini adalah tonggak awal menuju tata kelola pemasyarakatan yang berbasis teknologi.
Rutan Sawahlunto menargetkan ke depan seluruh lini pelayanan dapat terintegrasi secara digital. Mulai dari pembayaran, sistem kunjungan, hingga administrasi lainnya.
“Kami tidak ingin berhenti di sini. Ini adalah langkah pertama. Harapan kami, inovasi ini dapat menjadi contoh bagi UPT lain dan pada akhirnya meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan secara nasional,” pungkas Mustofa.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Rutan Sawahlunto optimis dapat mewujudkan pemasyarakatan yang modern, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.












