DK-Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Lebaran 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat dikonfirmasi terkait ketersediaan stok BBM menjelang libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia mengatakan keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi telah dibahas bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Saya dapat memastikan, untuk menyangkut subsidi BBM sampai dengan Hari Raya, InsyaAllah tidak ada kenaikan apa-apa,” kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menjaga Stabilitas Ekonomi
Menurut Bahlil, keputusan tersebut diambil meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Lebaran.
“Negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tetapi untuk BBM subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga,” ujarnya.
Harga Minyak Dunia Berfluktuasi
Bahlil juga menyoroti kondisi pasar energi global yang saat ini berfluktuasi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menyebut harga minyak dunia sempat menembus lebih dari 100 dolar per barel sebelum kembali turun.
“Kemarin harga minyak naik di atas 100 dolar per barel, dan hari ini sudah turun di bawah 100 dolar, sekitar 80 sampai 90 dolar per barel. Jadi memang terjadi fluktuasi yang sangat cepat,” katanya.
Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi selama periode mudik dan perayaan Lebaran.


https://dpk.kepriprov.go.id/











