DK-Jakarta – Pemerintah menyatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia seluruh anak mendapatkan program perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar secara lebih menyeluruh. Program tersebut mencakup layanan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga perlindungan dari risiko di internet.
Hal itu disampaikan Hariqo Wibawa Satria, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, dalam diskusi bertema “Masa Depan SDM Indonesia: Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran” yang digelar di kantor Puspoll Indonesia di Tebet, Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Program untuk Anak Indonesia
Menurut Hariqo, anak-anak Indonesia kini berhak memperoleh sejumlah program pemerintah, di antaranya:
Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekali dalam setahun
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari
Perlindungan digital melalui pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun
Ia menjelaskan bahwa pembatasan akses media sosial tersebut akan mulai berlaku pada 28 Maret 2026 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur perlindungan pengguna serta tata kelola digital yang lebih sehat.
Upaya Lindungi Anak dari Risiko
Hariqo menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Prabowo Subianto untuk melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai risiko, seperti paparan pornografi di internet, pola makan yang tidak sehat, hingga ancaman penyakit fisik dan mental.
“Setiap anak Indonesia adalah SDM Indonesia yang wajib dilindungi,” ujarnya.
Ia juga menilai berbagai kebijakan tersebut tetap memerlukan kritik dan masukan dari masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal.
Investasi pada Gizi dan Kesehatan Anak
Sementara itu, Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menyatakan dukungannya terhadap program MBG agar dapat berjalan lebih baik di masa mendatang.
Menurutnya, pendekatan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan merupakan langkah penting bagi masa depan Indonesia.
Ia menambahkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa investasi pada gizi dan kesehatan anak memiliki dampak besar terhadap kualitas pendidikan, produktivitas tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
“Pembangunan SDM harus dimulai dari fondasi paling dasar, yaitu kesehatan dan gizi masyarakat. Program seperti MBG dapat menjadi langkah strategis untuk memastikan generasi Indonesia tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih siap menghadapi tantangan global,” kata Chamad.
Diskusi yang berlangsung dalam suasana buka puasa bersama Ramadan tersebut juga dihadiri oleh akademisi, peneliti, serta pegiat kebijakan publik yang membahas arah pembangunan sumber daya manusia di era pemerintahan Prabowo–Gibran.














