DK-BINTAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Desa Pengudang, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), menggelar workshop pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah tangga bersama ibu-ibu PKK Desa Pengudang pada Minggu, 08 Februari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Pengudang ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.
Workshop ini difokuskan pada pemanfaatan limbah dapur rumah tangga seperti sisa sayuran dan kulit buah yang diolah menjadi pupuk kompos menggunakan metode komposter. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik, sekaligus praktik langsung proses pembuatan kompos yang mudah diterapkan di rumah.
Ketua Kelompok KKN 14 Desa Pengudang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, agar mampu mengelola sampah secara lebih produktif.
“Melalui workshop ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa sampah organik rumah tangga tidak harus dibuang begitu saja. Dengan metode komposter, ibu-ibu dapat mengolahnya menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman di pekarangan rumah,” ujarnya.
Ketua PKK Desa Pengudang, Dewi Retno Wahyuni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dan berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu ibu-ibu agar sampah organik di rumah tidak terbuang begitu saja. Apalagi di Desa Pengudang banyak ibu rumah tangga, sehingga pengelolaan limbah dapur menjadi hal yang penting untuk diperhatikan,” ungkapnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan workshop, mulai dari penjelasan materi hingga praktik langsung pembuatan kompos. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan baru masyarakat Desa Pengudang untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN UMRAH Kelompok 14 Desa Pengudang menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif melalui pengelolaan sampah yang tepat guna.














