DK-Tanjungpinang– Kolaborasi Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan kegiatan pelatihan Pembelajaran Matematika dan IPA Terintegrasi Konteks Kemaritiman Kepulauan Riau yang diikuti oleh guru mata pelajaran Matematika dan IPA di SMP Negeri 7 Tanjungpinang.
Kegiatan yang didukung pendanaan Hibah Internal UMRAH tahun 2025 ini berlangsung sejak tanggal 22 hingga 31 Oktober 2025. Implementasi kegiatan dibagi menjadi dua tahap kegiatan yaitu kegiatan luring dan kegiatan asinkronus. Kegiatan pelatihan luring fokus pada sosialisasi terkait potensi kemaritiman Kepulauan Riau dan integrasinya pada pembelajaran matematika dan IPA. Sementara itu, kegiatan asinkronus dalam bentuk penugasan terbimbing memungkinkan para guru menerapkan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh selama pelatihan luring untuk menghasilkan rencana pembelajaran mendalam secara utuh, lengkap dengan instrumen dan rubrik penilaiannya. Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam kepada guru untuk dapat mengintegrasikan konteks kemaritiman sehingga pembelajaran lebih bermakna dan relevan.

Nur Asma Riani Siregar selaku ketua pengabdian menyampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh temuan penelitian yang menunjukkan masih minimnya integrasi konteks kemaritiman Kepulauan Riau dalam pembelajaran Matematika dan IPA. Hal ini sangat disayangkan, mengingat integrasi konteks kemaritiman sebagai konteks lokal masyarakat di Kepulauan Riau tidak hanya dapat menghadirkan pembelajaran bermakna bagi siswa, namun juga dapat menstimulus kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan maritim dan pesisir. Isu-isu lingkungan pesisir yang menjadi kekhawatiran saat ini sudah selayaknya mendapatkan perhatian guru, upaya menumbuhkan literasi lingkungan maritim dan pesisir pada siswa melalui integrasi konteks kemaritiman pada pembelajaran perlu dilakukan sedini mungkin. Kegiatan ini juga melibatkan tiga dosen lainnya yaitu Nurul Hilda Syani Putri, Deni Sabriyati dan Adam Fernando, serta sejumlah mahasiswa dari Prodi Pendidikan Matematika.
Pada kegiatan pengabdian ini, guru juga dilatih untuk memanfaatkan teknologi AI seperti Gemini, ChatGPT, dan Perplexity pada proses pembuatan rencana pembelajaran mendalam terintegrasi konteks maritim Kepulauan Riau. Jika digunakan secara bijaksana, penggunaan teknologi AI sebagai mitra guru dapat meningkatkan efisiensi waktu dan kualitas hasil kerja guru. Selama pelatihan berlangsung, para guru menunjukkan antusiasme yang tinggi mempelajari dan mempraktekkan bagaimana penggunaan teknologi AI untuk mengeksplorasi konteks kemaritiman yang relevan dengan materi pelajaran.

Kepala SMP Negeri 7 Tanjungpinang dan guru yang hadir pada pelatihan menyambut baik kegiatan ini. “Pelatihan ini sangat mengesankan, edukatif, dan sangat memberikan masukan-masukan yang membuat kami berusaha belajar lebih giat lagi karna ternyata integrasi konteks kemaritiman dalam pembelajaran sangat luas” ujar salah satu peserta guru. Guru lainnya menambahkan “Pada pelatihan ini kita juga diajari pembelajaran mendalam dan penggunaan AI. Kita lebih mengetahui bagaimana pemanfaatan berbagai teknologi AI untuk membuat rencana pembelajaran mendalam terintegrasi konteks kemaritiman”.

Di akhir pelatihan, ketua PKM kembali menyampaikan apresiasinya kepada Kepala sekolah SMP Negeri 7 Tanjungpinang, dan peserta yang telah menunjukkan partisispasi dan semangat yang tinggi selama kegiatan pelatihan.
“Kami berharap agar kedepannya Bapak/Ibu menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, bermakna, berkesadaran dan menggembirakan bagi siswa di SMP Negeri 7 Tanjungpinang”, ujarnya.














