DK-KARIMUN – PT Pelindo Cabang Tanjungbalai Karimun bersiap melakukan langkah besar. BUMN kepelabuhanan ini menggandeng Badan Usaha Pelabuhan (BUP) untuk merehabilitasi Pelabuhan Domestik Karimun sekaligus melanjutkan kembali aktivitas Ship to Ship (STS) yang sempat terhenti.
Koordinator Terminal Penumpang Pelindo Cabang Tanjungbalai Karimun, Raja Heryzal, menyebutkan pihaknya menyiapkan anggaran Rp 1 miliar guna mendukung proyek renovasi tersebut.
“Pekerjaan meliputi pelebaran ruang tunggu penumpang serta pemindahan kantin ke lantai 2 gedung ruang tunggu. Nantinya, semua kantin—baik jualan basah maupun kering—termasuk ruang merokok akan dipusatkan di lantai 2,” jelas Raja, Sabtu (13/9/2025).
Renovasi direncanakan dimulai dalam dua minggu ke depan dan ditargetkan rampung sebelum perayaan Natal 2025.
“Ini komitmen Pelindo dalam meningkatkan pelayanan dengan memperluas sarana dan prasarana di Pelabuhan Domestik Karimun,” tegas Raja.
🚢 Dukungan Pemda Karimun
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, menyambut positif langkah Pelindo. Ia menilai selain proyek renovasi, rencana mengaktifkan kembali kegiatan STS menjadi momentum penting bagi perekonomian daerah.
“Termasuk STS yang merupakan milik Pelindo, mudah-mudahan bisa segera aktif kembali,” kata Rocky.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung penuh agar proses aktivasi STS berjalan lancar. Pemkab Karimun bersama Pelindo disebut sedang mencari formulasi regulasi yang tepat, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
“Agar STS dapat beroperasi kembali, kami akan mencarikan solusi sesuai aturan sehingga masyarakat juga mendapatkan manfaat,” ujarnya.
🔎 Apa Selanjutnya?
Rehabilitasi Pelabuhan Domestik Karimun dan rencana pengaktifan STS bukan sekadar proyek infrastruktur. Keduanya diyakini akan memperkuat aksesibilitas penumpang, kelancaran logistik, serta potensi peningkatan pendapatan daerah.
Dengan dukungan anggaran yang signifikan dan kolaborasi antara Pelindo, BUP, serta Pemkab Karimun, publik kini menanti apakah target penyelesaian renovasi sebelum Natal 2025 benar-benar tercapai, dan bagaimana STS bisa kembali memberi dampak ekonomi tanpa menimbulkan polemik.


https://dpk.kepriprov.go.id/











