
DK-Tanjungpinang-aksi demo yang dilakukan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan forum komunikadi nelayan (forkom) berjalan damai, Kamis (15/5-2025) meski sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara pendemo dengan pihak kepolisian yang dibantu satuan polisi pamong praja (satpol PP).
Massa pendemo yang berpanas-panas ria tidak sabar menunggu kedatangan pimpinan negeri ini dan bersikeras ingin be rteduh di gedung daerah
Massa pendemo membawa berbagai spanduk diantaranya bertuluskanmembawa spanduk dan poster bertuliskan “Stop Tangkap Nelayan Saat Melaut” dan Jangan Tuli Terhadap Jeritan Nelayan, Diam Bukan Solusi.”
Aksi ini mendapat pengawalan ketat, bahkan jalan yang melewati gedung daerah ditutup. Demo ini menjadi atensi karena mencerminkan keresahan nelayan atas kebijakan pemerintah yang dinilai menyulitkan mereka saat mencari nafkah di laut.
Semakin terik hari tidak mengendirkan semangat para pendemo menuntut apa yang menjadi hak mereka. setelah didatangi para pihak berkompoten untuk dialog pendemo meminta dialog dilanjutkan digedung DPRD Kepri.
iring-iringan truk tang membawa para pendemo pun meninggalkan gedung daerah menuju gedung legislatif di Dompak.
Begitu sampai para pendemo menikmati makan siang di lapangan yang ada digedung DPRD.
Usai makan mereka pun dijamu langsung oleh ketua DPRD Kepri, Iwan Setiawan.
duduk lesehan bersama para pendemo Uwan oun memulai dialog yang disambut tepuk riuh pendemo atas pembelaan sang jetua dewan itu atas tuntutan mereka.
Termasuk masalah sendimentasi pasir. Yang ditanggapi Iman dengan adanya pengetukan padir lauk berdampak pada abrasi pesisir laut tempat nelayan mencari hidup.
Dakam dialog tersebut, nelayan juga menuntut agar aparat tidak lagi melakukan penangkapan terhadap nelayan kecil atas dasar pelanggaran teknis yang bisa diselesaikan secara administratif. Mereka juga meminta revisi kebijakan zonasi tangkap dan penyederhanaan izin.
Aksi damai tersebut diakhiri dengan janji dari DPRD untuk membawa aspirasi nelayan hingga ke tingkat nasional.
Distrawandi, ketua HSNI Kepri mengungkapkan harapannya terkait PP nomor 11 tahun 2023 terkait penangkapan ikan terukur dan masalah muatan kapal.
Saat ditanya apa sikap mereka jika seandainya pemerintah pusat tidak mengindahkan permintaan mereka, ua pun menjawab dengan semangat akan menurunkan menteri kelautan.
“kita suruh turun menteri Trigono yang sakti itu”, katanya lugas.


https://dpk.kepriprov.go.id/











