BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Tanjungpinang dan Bintan, Warga Diminta Waspada

"Potensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Terjadi 16-18 Maret 2025 di Kepulauan Riau"

DK-Tanjungpinang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang berlaku pada 16-18 Maret 2025. Dalam peringatan tersebut, BMKG memperingatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang, Muhammad Fadris Dwiandoko, menjelaskan bahwa fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini berada di fase 2, yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Pulau Bintan. “Kondisi ini berkontribusi pada pembentukan hujan ringan hingga sedang dengan kemungkinan disertai petir dan angin kencang,” ungkapnya, Sabtu (15 Maret 2025).

Suhu permukaan laut di sekitar perairan Bintan berkisar antara 27-28°C, mendukung proses penguapan dan pembentukan awan. Aliran massa udara dominan dari arah Utara-Timur dengan kecepatan 5-30 km/jam, ditambah dengan pertemuan dan belokan angin di wilayah Kepulauan Riau yang meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif.

Kelembapan udara yang sangat tinggi, antara 60-95%, turut menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan hujan. Indeks labilitas atmosfer menunjukkan keadaan yang cukup labil, memfasilitasi tumbuhnya awan Cumulonimbus (Cb) yang bisa memicu hujan mendadak disertai petir dan angin kencang.

Beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan ringan hingga sedang pada siang hari antara lain Tanjungpinang Kota, Bukit Bestari, Bintan Utara, Gunung Kijang, dan Teluk Bintan. Sementara itu, wilayah lainnya diperkirakan berawan sepanjang hari dengan peluang hujan yang lebih rendah.

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan tiba-tiba yang disertai petir dan angin kencang, serta disarankan untuk menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca buruk.

Penulis: FaturrahmanEditor: Herman