LGBT Mengintai, Sirajudin Nur Minta Sekolah Maksimalkan Pendidikan Kerohanian

Anggota Komisi IV DPRD Kepri saat mengunjungi sekolah di Kota Batam (dok: Sirajudin pribadi)
Anggota Komisi IV DPRD Kepri saat mengunjungi sekolah di Kota Batam (dok: Sirajudin pribadi)

DK – Tanjungpinang – Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Sirajudin Nur mendorong sekolah memaksimalkan pendidikan kerohanian bagi pelajar.

Ini menyikapi isu LGBT yang mulai menyasar pelajar di Kepri, khususnya Kota Batam.

Sirajudin mengatakan, menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kepri, ada 4.000 kasus LGBT.

Bukan hanya orang dewasa, kasus LGBT ini juga terjadi pada pelajar dan pemuda.

“Kami mengingatkan pihak sekolah untuk memaksimalkan kegiatan kerohanian di sekolah secara berkala guna memperkuat iman dan taqwa para siswa,” katanya, Senin (25/9/2023).

Politisi PKB itu menuturkan, dalam lawatannya ke berbagai sekolah, ia selalu melakukan rapat terbatas bersama kepala sekolah dan majelis guru membahas berbagai isu termasuk perkembangan LGBT.

Terbaru, pada Jum’at (22/9/2023) pekan lalu, Sirajudin melakukan kunjungan kerja triwulan III 2023 ke SMAN 1 Batam.

Dalam kunjungan kerja itu, Sirajudin menyapa para pelajar yang sedang mengikuti pembelajaran di kelas XII.

Dihadapan para pelajar, Sirajudin mengingatkan untuk mewaspadai paparan LGBT.

“Para siswa harus dibekali ilmu pengetahuan agama yang memadai, dilibatkan secara aktif dalam kegiatan kerohanian dan sosialiasi bahaya LGBT harus terus dilakukan dikalangan pelajar,” ujarnya.

Selain LGBT, Anggota DPRD Kepri dua periode itu juga menyoroti penurunan moral yang terjadi di kalangan pelajar.

Isu LGBT dan penurunan moral ini dapat menurunkan prestasi siswa jika tidak segera ditanggulangi oleh pihak sekolah dan para orang tua.

“Karena itu penting kerjasama semua pihak baik itu pihak sekolah, orang tua dan pelajar dalam mengembangkan pendidikan karakter yang bermuatan akhlakul khorimah,” tuturnya.

Sirajudin pun mengajak seluruh pelajar untuk berlomba-lomba meningkatkan prestasi akademik dan non akademik.

Menurutnya, kedepannya hanya orang yang punya keahlian yang dapat bertahan dengan perkembangan zaman yang cepat.

Kendati demikian, Sirajudin mengingatkan agar para pelajar berkompetisi secara sehat dengan tidak menjatuhkan pelajar lainnya.

“Saya ingatkan para pelajar agar tidak membanggakan diri dengan prestasi jika masih ada didalam hatinya rasa benci kepada orang lain, tidak empati dengan kesulitan orang lain dan pandang rendah mereka yang kurang beruntung,” ujarnya.

Penulis: Herman/sijori

Editor: Budi