https://dpk.kepriprov.go.id/

Ini Dia Wisata Alam Air Panas Belerang Di Lingga

Kolam Air Panas Kabupaten Lingga (dok: Dispar)
Kolam Air Panas Kabupaten Lingga (dok: Dispar)

DK – Lingga Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menetapkan Pemandian Air Panas di Dabo, Kabupaten Lingga, menjadi destinasi pariwisata prioritas Provinsi Kepulauan Riau.

Ketetapan itu termaktub dalam surat keputusan Gubenur Kepri Nomor 1263 Tahun 2022.

Dalam keputusan itu, Pemandian Air Panas Dabo menjadi Daya Tarik Wisata Provinsi dengan Air Terjun Resun, Museum Linggam Cahaya, Situs Istana Dammah, dan Air Terjun Lubuk Papan.

Diketahui, Pemandian Air Panas merupakan destinasi wisata alam yang berasal dari sumber belerang alami.

Pemandian yang berada di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir ini dapat ditempuh melalui perjalanan sekitar 15 menit dari pusat kota Dabo, Kecamatan Singkep.

Selain dikelilingi alam yang masih asri, pemandian ini memiliki beberapa kolam dengan suhu yang berbeda-beda.

Selain itu, pemandian juga telah dilengkapi dengan pondok-pondok, mushola, kantin, tempat parkir, toilet dan kamar ganti pakaian.

Pengunjung dapat memilih air hangat sesuai dengan yang diinginkan.

Pemandian ini pun sangat cocok dimanfaatkan wisatawan yang ingin merefleksikan diri dengan berendam di air panas belerang.

Bukan hanya wisatawan domestik, Pemandian Air Panas juga sering dikunjungi wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia.

Biasanya, Pemandian Air Panas ini akan ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan ataupun hari libur keagamaan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Raja Heri Mokhrizal SH, MH mengatakan, Pemandian Air Panas merupakan destinasi wisata air panas yang ada di Lingga.

Ia pun mengajak pemerintah daerah bersama stakeholder terkait menjaga keberadaan destinasi wisata Pemandian Air Panas.

“Destinasi wisata ini unik sehingga tinggal dijaga kebersihannya dan promosinya diperbanyak,” ujarnya.

Raja Heri menuturkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan, salah satunya penerangan yang belum maksimal.

“Kurang nya penerangan jalan ke lokasi, dibutuhkan 10 titik penerangan,” terangnya.

Heri menambahkan, ke depannya, Pemprov Kepri akan menjadikan Lingga sebagai pusat destinasi wisata sejarah dan budaya.

Selain itu, pemerintah juga akan fokus mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif di kawasan pariwisata.

“Kebijakan pengembangan Lingga dipusatkan pada pengembangan pusat wisata sejarah dan budaya serta fasilitas dan pengembangan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif,” tutupnya.

Penulis: Herman

Editor: Budi