Harga Beras dan Minyak Goreng di Tangerang Naik, Cabai dan Daging Ayam Turun

Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Tangerang mengalami perubahan pada Sabtu (31/10/2026)

Pedagang daging di Pasar Anyar Kota Tangerang yang sepi pembeli karena mengalami kenaikan harga seperti beras dan minyak goreng
Pedagang daging di Pasar Anyar Kota Tangerang yang sepi pembeli karena mengalami kenaikan harga seperti beras dan minyak goreng (dok : Tangkapan Layar)

DK-Tangerang – Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Tangerang mengalami perubahan pada Sabtu (31/10/2026). Harga beras dan minyak goreng tercatat mengalami kenaikan sekitar 0,29 hingga 0,34 persen, sementara sejumlah jenis cabai, daging ayam, dan telur ayam mengalami penurunan.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Anyar Kota Tangerang, Hendra, mengatakan kenaikan harga beras relatif kecil, yakni sekitar Rp50 per kilogram. Namun, kenaikan tersebut terjadi pada beberapa jenis beras, mulai dari kualitas medium hingga premium.

“Kenaikan memang tidak besar, hanya Rp50. Tapi, itu terjadi pada semua jenis beras mulai dari medium hingga premium,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).

Pedagang lainnya, Murjamah, mengatakan kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng. Meski demikian, harga sejumlah komoditas lain, terutama cabai, justru mengalami penurunan.

“Minyak goreng juga naik walau tidak besar. Tapi, justru harga cabai mengalami penurunan,” ucapnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 31 Oktober 2026, harga beras kualitas bawah I naik Rp50 menjadi Rp14.950 per kilogram atau meningkat 0,34 persen. Beras kualitas bawah II juga naik Rp50 menjadi Rp14.800 per kilogram atau meningkat 0,34 persen.

Sementara itu, beras kualitas medium II tercatat naik Rp50 menjadi Rp17.450 per kilogram atau meningkat 0,29 persen. Adapun beras kualitas super I tidak mengalami perubahan dan tetap berada di harga Rp18.000 per kilogram. Beras kualitas medium I tercatat sebesar Rp16.650 per kilogram.

Di sisi lain, seluruh jenis cabai mengalami penurunan harga. Cabai merah besar turun Rp4.000 menjadi Rp71.000 per kilogram atau berkurang 5,29 persen. Cabai merah keriting turun Rp2.000 menjadi Rp83.500 per kilogram atau sebesar 3,02 persen.

Penurunan juga terjadi pada cabai rawit hijau sebesar Rp1.000 menjadi Rp73.850 per kilogram atau turun 1,32 persen. Sementara cabai rawit merah turun Rp6.000 menjadi Rp96.200 per kilogram atau berkurang 6,56 persen.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar turun Rp900 menjadi Rp39.000 per kilogram atau 2,38 persen. Harga telur ayam ras segar juga turun Rp200 menjadi Rp29.350 per kilogram atau berkurang 0,68 persen.

Sebaliknya, harga daging sapi mengalami kenaikan. Daging sapi kualitas I naik Rp150 menjadi Rp152.700 per kilogram atau meningkat 0,10 persen. Sementara daging sapi kualitas II naik Rp200 menjadi Rp143.700 per kilogram atau meningkat 0,14 persen.

Pada komoditas minyak goreng, harga minyak goreng kemasan bermerek I naik Rp50 menjadi Rp24.400 per kilogram atau meningkat 0,21 persen. Sementara minyak goreng curah tetap di harga Rp20.350 per kilogram dan minyak goreng kemasan bermerek II bertahan pada Rp23.600 per kilogram.

Harga bawang merah ukuran sedang juga tidak mengalami perubahan, yakni tetap Rp37.100 per kilogram. Sementara bawang putih ukuran sedang turun Rp200 menjadi Rp38.250 per kilogram atau berkurang 0,52 persen.

Adapun harga gula pasir kualitas premium tercatat sebesar Rp20.600 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp19.500 per kilogram.

Perubahan harga tersebut menunjukkan pergerakan yang berbeda pada masing-masing komoditas pangan. Kenaikan beras dan minyak goreng perlu menjadi perhatian karena keduanya merupakan kebutuhan pokok masyarakat, sementara penurunan harga cabai dan beberapa komoditas protein hewani dapat sedikit meringankan pengeluaran rumah tangga.