DK-Pekanbaru pada selasa (9/9) pagi kembali penuh dengan kabut asap yang semakin menebal sehingga mengganggu warga untuk beraktivitas sehari-hari.

Berdasarkan informasi dari BMKG, Kualitas Udara di pekanbaru memasuki zona merah dengan kategori tidak sehat.
Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Faperta UNRI menyerukan gerakan MelawanKabutAsap.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Komisariat Faperta UNRI melalui Sekretaris Umum HMI Komisariat Faperta UNRI (Hermansyah) kepada DataKepri.com “Kami menyerukan gerakan masyarakat melawan kabut asap, untuk itu kami minta Gubernur Riau dan Kapolda Riau untuk segera mengusut tuntas kasus asap yang sudah menderita selama 22 tahun ini. Jika tidak mampu untuk menyelesaikan asap, maka Pak Gubernur mundur saja, dan Pak Kapolda sebaiknya dimutasi dari Riau. Juga kami minta kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan segera tuntaskan masalah lahan ini, jika tidak sanggup, pak Jokowi jangan pakai lagi menteri ini. Kami juga akan kembali menggelar aksi membagikan masker kembali kepada masyarakat sekitar ruas jala pekanbaru, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap kondisi asap yang sangat mengerikan. Kalau kami menggelar mimbar bebas percuma, kawan-kawan yang lain sudah lakukan itu, tetap saja mereka tidak mendengar. Mata dan hati mereka seakan tertutup. Untuk itu kami membantu masyarakat dengan membagikan masker ini juga bermanfaat ujarnya”.(Hs)












