Wamentan Ajak Generasi Muda Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengajak generasi muda berperan aktif dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa saat memberikan sambutan dalam acara Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3, di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa saat memberikan sambutan dalam acara Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3, di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026 (dok : Tangkapan Layar)

DK-JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengajak generasi muda berperan aktif dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional. Keterlibatan pemuda dinilai penting untuk mendorong transformasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan produksi pangan dalam negeri.

Saleh secara khusus mengajak generasi muda bergabung dalam Brigade Pangan dan Brigade Milenial guna mendukung peningkatan luas tanam dan produksi pangan nasional.

“Nanti bulan November sampai dengan Maret, saya mengundang teman-teman yang tergabung dalam Brigade Pangan, Brigade Milenial. Kita sama-sama meningkatkan luas dan tambah tanam kita,” ujar Saleh dalam acara Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, November menjadi momentum penting untuk meningkatkan luas tanam seiring mulai memasuki musim hujan. Optimalisasi periode tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Saleh menegaskan, upaya memperkuat kedaulatan pangan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi alam dan perubahan iklim. Karena itu, sektor pertanian perlu menerapkan strategi adaptasi agar kegiatan produksi dapat berjalan optimal.

“Karena kita akan memenangkan strategi untuk meningkatkan kedaulatan pangan ini kita tidak boleh melawan alam. Kita harus beradaptasi dengan alam,” katanya.

Selain menghadapi tantangan perubahan iklim, Saleh menyoroti pentingnya mengubah citra sektor pertanian agar semakin diminati generasi muda. Menurutnya, pertanian perlu dikembangkan menjadi sektor yang modern, menarik, dan mampu memberikan ruang bagi kreativitas anak muda.

Ia menggambarkan transformasi tersebut melalui perubahan citra petani tradisional menjadi petani yang lebih modern dan profesional.

“Ini saya gambarkan dari dulu petaninya lusuh, kotor, tapi yang ini kita pingin petaninya bersih, ganteng, keren, cakep. Kan anak muda kan enggak mau yang kayak gitu, ya?” ujar Wamentan.

Melalui keterlibatan generasi muda, pemerintah berharap penguatan kedaulatan pangan nasional dapat berjalan secara berkelanjutan. Partisipasi pemuda diharapkan turut mendorong modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan pangan global.