Darurat Kabut Asap Sawahlunto: Kualitas Udara Tidak Sehat, Siswa Belajar dari Rumah

 

DK-Sawahlunto (Sumbar)Kualitas udara di Kota Sawahlunto berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Kabut asap yang menyelimuti kota sejak beberapa hari terakhir menyebabkan jarak pandang terbatas dan menimbulkan keluhan kesehatan di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (PKP2LH) Kota Sawahlunto pada Senin, 6 Oktober 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai angka 185. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat, yang berarti dapat merugikan kesehatan manusia dan kelompok sensitif.

Kepala Dinas PKP2LH Kota Sawahlunto menyampaikan bahwa peningkatan ISPU ini dipicu oleh akumulasi asap kiriman serta faktor cuaca yang tidak mendukung sirkulasi udara. Pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan peserta didik. Melalui rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan instansi terkait, pemerintah menetapkan kebijakan belajar dari rumah bagi seluruh jenjang pendidikan.

Kebijakan belajar dari rumah akan dilaksanakan selama dua hari, terhitung mulai Selasa, 7 Oktober hingga Rabu, 8 Oktober 2026. Selama periode tersebut, seluruh sekolah diminta untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau pemberian tugas mandiri dari rumah.

Kebijakan ini berlaku menyeluruh untuk semua satuan pendidikan yang berada di wilayah Kota Sawahlunto, mulai dari PAUD, TK/RA, SD/MI, SLB, SMP/MTs, hingga SMA/SMK dan MA, baik negeri maupun swasta.

Pemerintah Kota Sawahlunto menjadwalkan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka akan kembali normal pada Jumat, 9 Oktober 2026. Namun demikian, jadwal tersebut bersifat dinamis dan akan dievaluasi kembali sesuai dengan perkembangan kualitas udara terkini.

Selain menetapkan kebijakan belajar dari rumah, Pemerintah Kota Sawahlunto juga mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat. Orangtua diminta untuk mendampingi anak selama proses belajar di rumah, memastikan anak-anak tidak berkeliaran di luar rumah, serta menjaga pola hidup sehat.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan sore hari saat konsentrasi polutan cenderung tinggi. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, dianjurkan untuk menggunakan masker. Masyarakat juga diminta untuk memperbanyak konsumsi air putih dan buah-buahan guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sawahlunto akan diterjunkan untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik keramaian. Petugas akan memberikan teguran dan edukasi kepada pelajar yang kedapatan berkeliaran di luar rumah selama jam belajar berlangsung.

Pemerintah Kota Sawahlunto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas yang berpotensi memperburuk kualitas udara, seperti pembakaran sampah sembarangan.

Pemerintah juga memastikan akan terus menyampaikan informasi perkembangan kualitas udara secara terbuka dan transparan melalui kanal resmi Pemerintah Kota Sawahlunto. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi dan tetap waspada terhadap perubahan kondisi udara.

Penulis: AfriyantiEditor: Herman