DK-Sawahlunto(Sumbar) – Kembalinya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kota Sawahlunto pasca operasi besar 11 Maret 2026 menjadi bukti bahwa kekuatan gelap masih bermain di balik kerusakan lingkungan. Sungai Malakutan, yang menjadi nadi Desa Kolok, kini berubah menjadi racun, tercemar oleh limbah penambang di hulu sungai tepat nya di Sibarambang.
Kondisi ini di perparah lagi oleh kembali banyaknya PETI sejenis lanting dan ponton yang beroperasi di sepanjang aliran Talawi Mudiak hingga kawasan sungai di Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin dan menambah keruh nya air di desa tersebut. Aktivitas penambangan emas tanpa izin ini tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga mengancam kehidupan warga.
Masyarakat yang mulai resah dengan kondisi ini menyatakan”Kalau tidak ada yang memback-up, tidak mungkin mereka berani seperti ini. Ini bukan lagi sembunyi-sembunyi, ini sudah terang-terangan,” ujar warga, menuding adanya kekuatan besar di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.
Menurut salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, koordinasi tambang yang memakai lanting mencapai 2 juta rupiah per alat. “Mereka tidak peduli dengan lingkungan, yang penting mereka dapat uang,” katanya. Warga tersebut juga menambahkan bahwa aktivitas PETI ini sudah berlangsung lama, namun tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.
Pertanyaan besar kini adalah: siapa yang bermain di balik PETI ini? Apakah operasi penertiban yang dilakukan Polres Sawahlunto dan Polda Sumbar hanya sekadar operasi seremonial, atau benar-benar menyasar akar persoalan? Jika aktivitas PETI bisa kembali berjalan hanya dalam hitungan minggu, maka publik berhak mempertanyakan efektivitas penegakan hukum yang dilakukan.
Masyarakat menanti langkah nyata, bukan sekadar operasi sesaat yang berakhir tanpa efek jera. Penegakan hukum yang tegas dan menyentuh aktor utama menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan siklus berulang PETI di Sawahlunto. Jika tidak, maka wibawa hukum akan terus dipertanyakan, dan praktik ilegal seperti ini akan selalu menemukan cara untuk hidup kembali.
PETI Sawahlunto adalah contoh nyata dari kekuatan gelap yang bermain di balik kerusakan lingkungan. Masyarakat mempetanyakan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas dan transparan dalam menghentikan aktivitas penambangan emas tanpa izin ini. Masyarakat berhak mendapatkan lingkungan yang sehat dan aman.


https://dpk.kepriprov.go.id/











