DK-Milan – Penggunaan drone dan kecerdasan buatan (AI) diperluas dalam liputan siaran Olimpiade Musim Dingin 2026 guna meningkatkan pengalaman menonton, demikian disampaikan Olympic Broadcasting Services (OBS), Selasa.
CEO OBS Yiannis Exarchos mengatakan sebanyak 25 drone akan digunakan di hampir seluruh cabang olahraga, kecuali hoki es dan curling.
“Kami menggunakan total 25 drone. Kami menggunakannya di hampir semua cabang olahraga, kecuali hoki es dan curling,” ujar Exarchos.
Dalam cabang seperti seluncur cepat, kamera drone mampu mengikuti atlet dari belakang secara sangat dekat, sehingga menonjolkan kecepatan sekaligus menciptakan sensasi arena yang lebih imersif bagi penonton.
Exarchos menjelaskan drone yang digunakan telah disesuaikan untuk masing-masing cabang olahraga melalui serangkaian uji coba dan koordinasi dengan federasi internasional guna memastikan keamanan serta efektivitasnya. Para pilot drone juga mendapatkan pelatihan khusus, bahkan sebagian merupakan mantan atlet dari cabang terkait.
“Mereka tahu persis di mana posisi pengambilan gambar terbaik,” katanya.
OBS pertama kali menggunakan drone pada Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014, namun saat itu hanya dapat dioperasikan di luar arena pertandingan. Kemajuan teknologi memungkinkan drone yang lebih kecil dan ringan kini dapat digunakan di dalam arena dengan tetap memenuhi standar keselamatan.
Selain drone, OBS juga mengembangkan berbagai perangkat berbasis AI untuk Olimpiade Milan-Cortina 2026. Sistem tayangan ulang 360 derajat yang diperkenalkan pada Olimpiade Beijing 2022 kini akan tersedia di seluruh nomor pertandingan.
Teknologi tersebut memanfaatkan AI untuk menghitung dan memvisualisasikan metrik seperti kecepatan, ketinggian lompatan, serta jumlah putaran, sehingga membantu penonton memahami detail gerakan dan kompleksitas performa atlet.
“Inilah saat yang tepat ketika para penonton ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Exarchos.
Jika sebelumnya pembuatan tayangan ulang presisi memerlukan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari, kini proses tersebut dapat dilakukan dalam hitungan detik. AI membantu memisahkan atlet dari latar belakang, menghasilkan citra gerak tiga dimensi, serta menghitung data relevan secara otomatis.
Dengan dukungan mitra OBS, Alibaba, platform analisis waktu nyata juga dikembangkan untuk mengidentifikasi momen sorotan melalui pemrosesan video, audio, komentar, dan data pertandingan.
Menurut Exarchos, penggunaan drone dan AI bukan untuk memamerkan teknologi, melainkan untuk mendukung penyampaian cerita tentang atlet dan perjuangan mereka.
“Semua ini tentang para atlet dan Olimpiade. Ini tentang menceritakan kisah mereka, melibatkan penonton, dan melakukannya dengan cara yang seefektif mungkin,” katanya.














