DK-Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dan pemulihan infrastruktur pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra. Penanganan dilakukan secara terpadu dan lintas sektor guna memastikan konektivitas, pelayanan dasar, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada tahap tanggap darurat, tetapi juga diarahkan pada pemulihan jangka menengah dan pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak. Upaya tersebut mencakup sektor Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya, serta pembangunan prasarana strategis.
“Sejak awal kejadian, kami langsung mengerahkan sumber daya untuk memastikan akses masyarakat tidak terputus. Fokus utama kami adalah membuka kembali jalur transportasi, menjaga ketersediaan air, serta memulihkan fasilitas permukiman,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta.
Dalam proses penanganan tersebut, Kementerian PU mengerahkan sebanyak 1.377 personel yang didukung oleh TNI, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat setempat. Selain itu, sebanyak 1.937 unit alat berat juga dioperasikan di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk mempercepat pembersihan material longsor, perbaikan jalan, dan rehabilitasi infrastruktur.
Hasilnya, hingga saat ini tercatat 99 ruas jalan nasional dan daerah serta 33 jembatan yang sempat terdampak bencana telah kembali berfungsi, baik secara sementara maupun permanen. Fungsionalnya infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk menunjang distribusi logistik, mobilitas warga, serta kegiatan ekonomi di daerah terdampak.
Selain penanganan fisik infrastruktur, pemerintah juga menggulirkan program padat karya sejak 12 Desember 2025. Program ini melibatkan lebih dari 30.100 tenaga kerja lokal, sehingga tidak hanya membantu percepatan pemulihan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat terdampak.
“Program padat karya ini kami rancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pemulihan. Dengan begitu, roda ekonomi lokal tetap bergerak,” jelas Dody.
Ke depan, Kementerian PU memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penguatan infrastruktur di wilayah rawan bencana agar lebih tangguh terhadap risiko bencana. Pemerintah juga mendorong sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menciptakan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan.


https://dpk.kepriprov.go.id/











