DK-Jakarta – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031. Keputusan ini menuai respons dari kalangan ekonom mengenai implikasi penguatan peran BI di tengah dinamika ekonomi global.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengatakan bahwa terpilihnya Thomas tidak seharusnya dipahami sebagai bentuk politisasi terhadap bank sentral. Menurutnya, latar belakang Thomas yang kuat dalam kebijakan fiskal justru menjadi respon adaptif terhadap tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
“Seharusnya dipahami sebagai adaptasi terhadap era yang menuntut koordinasi, strategi, dan penguatan ketahanan ekonomi nasional. Tantangan hari ini bukan hanya menjaga inflasi tetap rendah, tetapi juga memastikan stabilitas makroekonomi yang mampu menopang pertumbuhan jangka panjang,” kata Fakhrul dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id, Selasa (27/1/2026).
Fakhrul menilai pengangkatan Thomas mencerminkan kebutuhan kelembagaan Bank Indonesia untuk merespons dinamika ekonomi global. Ia menyebut tantangan tersebut mencakup fragmentasi global, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta volatilitas arus modal internasional, yang semuanya memerlukan koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal.
“Selama puluhan tahun, kita membayangkan bank sentral sebagai menara gading, independen, steril, dan terpisah dari dinamika kekuasaan, dengan inflasi sebagai satu-satunya kompas kebijakan. Namun dunia telah berubah,” ujar Fakhrul.
Menurutnya, globalisasi yang semakin terfragmentasi dan pengaruh geopolitik terhadap arus modal menunjukkan bahwa kebijakan fiskal dan moneter tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi keduanya disebutnya menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia ke depan.
“Ke depan, sinergi moneter dan fiskal akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Bank sentral perlu tetap kredibel, namun juga relevan dan adaptif terhadap realitas baru ekonomi global,” kata Fakhrul.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menekankan bahwa posisi Deputi Gubernur BI memiliki fungsi penting dan strategis. Deputi Gubernur akan terlibat langsung dalam perumusan kebijakan Bank Indonesia sebagai anggota Dewan Gubernur.
“Deputi Gubernur BI memiliki peran strategis sebagai anggota Dewan Gubernur BI. Menjalankan tugas dan wewenang BI sehingga Deputi Gubernur terlibat dalam perumusan kebijakan bank sentral,” ujar Misbakhun.


https://dpk.kepriprov.go.id/











