https://dpk.kepriprov.go.id/

Desa Langkomu Buton Tengah Kembangkan Produksi Pangan Sayur Mayur, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Terus Inovasi

Ketgam : Lahan Kebun Ketahanan Pangan Desa Langkomu,Kecamatan Mawasangka Tengah, Kab. Buton Tengah
Ketgam : Lahan Kebun Ketahanan Pangan Desa Langkomu,Kecamatan Mawasangka Tengah, Kab. Buton Tengah

DK-BUTON TENGAH – Pemerintah Desa Langkomu, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, terus berinovasi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Tahun 2025 ini, desa tersebut mengalokasikan anggaran sebesar Rp150.644.000 dari Dana Desa untuk program produksi pangan lokal berupa sayur mayur.

Sekretaris Desa Langkomu, Edi Mustafa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi Dana Desa di sektor produktif yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Produksi pangan ini kami lakukan melalui pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) karena di Desa Langkomu belum ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). TPK inilah yang akan mengelola seluruh proses dari pembukaan lahan sampai masa panen,” ujarnya saat dikonfirmasi langsung di Kantor Desa Langkomu, Rabu (05/11/2025)

Edi menjelaskan, lahan yang digunakan berada di Dusun Samboga, dengan luas sekitar 50 x 50 meter. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki kesuburan tanah yang baik serta mudah diakses oleh masyarakat.

“Lahan sudah disiapkan oleh desa. Kalau pun nanti ada lahan tambahan yang bukan milik desa, maka akan dilakukan sistem sewa agar kegiatan berjalan lancar,” katanya.

Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa kegiatan ini juga melibatkan masyarakat secara langsung melalui sistem Harian Ongkos Kerja (HOK), mulai dari tahap pembukaan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga masa panen. Dengan begitu, program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.

“Prinsipnya, kami ingin Dana Desa ini benar-benar berputar di masyarakat. Mereka yang bekerja di kebun juga mendapatkan upah harian, sehingga kegiatan ini bisa jadi tambahan penghasilan,” tambahnya.

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, hasil panen sayur mayur tersebut nantinya akan disuplai ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah. Program MBG menjadi salah satu prioritas nasional dalam mendukung kesehatan anak sekolah dan keluarga kurang mampu melalui penyediaan bahan makanan segar dan sehat dari desa.

Edi berharap, dengan adanya produksi pangan lokal ini, Desa Langkomu dapat berperan aktif dalam rantai penyediaan bahan pangan bergizi, sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Kami ingin Langkomu menjadi contoh desa yang bisa mandiri pangan. Kalau program ini berhasil, kami akan terus kembangkan ke tanaman lain yang bernilai ekonomi lebih tinggi,” katanya optimis.

Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang positif. Warga diajak untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif, serta membangun semangat gotong royong di antara masyarakat. Pemerintah desa pun berencana menyiapkan sistem pencatatan hasil produksi agar data pertanian dapat menjadi acuan pengembangan program serupa di masa depan.

“TPK akan melaporkan seluruh progres kegiatan secara berkala. Kami juga tetap berkoordinasi dengan pendamping desa agar seluruh tahapan sesuai dengan aturan penggunaan Dana Desa,” jelas Edi.

Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pendamping teknis, Desa Langkomu optimis mampu mewujudkan kawasan pertanian kecil yang berdaya saing dan berkelanjutan. Ke depan, desa juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah dan posyandu agar hasil panen dapat langsung dimanfaatkan dalam penyediaan menu sehat harian untuk anak-anak.

Program ini menjadi contoh bagaimana Dana Desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berbasis komunitas.

“Intinya, kami ingin semua kegiatan desa memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Produksi pangan ini bukan sekadar proyek, tapi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan, dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.” tutup Edi.

Penulis: AkbarEditor: Herman