Final, Tim Putra Menang Namun Smansa Gagal Kawinkan Gelar

Penyerahan piala Smansa Cup (dok: Lanni)
Penyerahan piala Smansa Cup (dok: Lanni)

DK-Tanjungpinang-partai final yang digelar Selasa kemarin (24/10) sekaligus penutupan turnamen basketball Smansa cup V yang sukses terselengara. Yang dimulai dari 16 November lalu.

Sebelum partai puncak untuk putra, terlebih dahulu dilakukan final Putri antara Smansa A dan Smansa Binut. Yang pada akhirnya Smansa Binut mengulang suksesnya tahun lalu dengan kembali menjadi campion. Sedangkan tim putri Smansa harus puas menjadi Runner up.

Namun partai final kali ini ada yang berbeda. Ketua Perbasi kota Tanjungpinang, Gilang Ikhsan Pratama menyaksikan langsung pertarungan 2 tim terbaik itu.

Ketua Perbasi tersebut dengan sabar duduk di kursi penonton menyaksikan dasyatnya laga Smansa A versus Pelita Nusantara (Pelnus). kendati gegap gempita penonton tidak seperti partai final sebelumnya, laga tersebut cukup menarik. Guru-guru smansa turut turun kelapangan menyaksikan langsung aksi siswa siswi dari berbagai kelas dan jurusan tersebut.

Bench kiri diisi oleh tim Pelnusa dengan kaptennya Raydolf terdiri dari jayvril, Raydon, Stisen, Jefferson, Nicholas, Raden, Kenzi, Justin, Dicksen, Fernando, dan Jeysen. Tim ini didampingi coach Alex.

Sedangkan dikubu Smansa dipimpin kapten Fernando terdiri dari Bryan, Brandon, Deon Zhang, Kenneth, Roy, Dericco, Louis, Elvis, Darren, Calven dan Elijah.

Tim Fernando berada di benc kanan. Dengan Jersey ping mentereng tim besutan coach Johan ini tampil percaya diri. Dan 3 wasit Perbasi, Firdaus, Nardi dan Berdi mengawasi jalannya partai final putra.

Memulai quarter pertama Derico membukukan poin pertama lewat tembakan bebas. Pemilik tubuh semampai ini memiliki skill yang cukup mumpuni dalam melakukan shoot. Sepanjan tim ini berlaga ia menjadi salah satu yang memberi kontribusi poin. begitu juga dengan Calven, Kenneth dan sipemilik tubuh atletis Bryan. Yang selalu menebar pesona senyuman manisnya.

Namun secara global untuk tim Smansa A memang memiliki skill rata dan pengalaman bermain yang mampu membuat tim ini selalu tampil tenang. Tidak mudah terpancing permainan lawan.

Quarter pertama berjalan cepat dan agresif, dua tim ini saling serang berusaha menembus defense. Pelnusa yang kuat dengan image basket diuji pada partai final ini. Interval pertama di quarter ini posisi poin 8-0. Namun usai time out sang kapten Roydolf memecahkan kebuntuan poin timnya. Hingga interval kedua Pelnusa sudah mengeser poin menjadi 9-6.

Tidak mau stak, tim Smansa terus berburu poin. Bermain didepan publik sendiri tentu memiliki sensasi tersendiri. Kenneth mendapat banyak peluang tembakan bebas yang dimanfaatkan maksimal oleh remaja tampan ini.
Quarter ketiga poin sudah mencapai 37-15 bagi keunggulan Smansa A. Tetapi Pelnusa tidak mau defense nya terus di gempur, shoot three poin dari sang kapten menambah ada rekan-rekannya untuk terus bertahan. Deon Zhang dengan gaya selownya tak mau kalah juga membalas tembakan tiga poin yang menjadi poin favorit dalam basket. Upaya tim Raydolf bertahan dan mengempur pertahanan Smansa A. Bahkan remaja berambut lurus itu sempat terjatuh akibat kram didetik-detik akhir laga. Dan Pelnusa harus menyudahi dengan poin cukup mencolok 61-39. Bagi kemenangan Smansa A.

Ketua Perbasi Tanjungpinang, Gilang ikhsan Pratama didaulat memberikan piala bergilir putra, sedangkan untuk putri didaulatkan kepada babinkamtibmas, Agus. Dra Lindawati AR wakil kepala sekolah (wakepsek)bidang kurikulum mewakili kepala sekolah Smansa, Dr. Imam Syafeii SPd, MSi yang tidak berada di tempat.

Gilang, yang ditanya media ini usai penyerahan piala, piagam dan uang pembinaan mengaku sangat senang adanya Smansa cup. Dari proses pertandingan tersebut bisa dilihat bakat-bakat yang dimiliki setiap sekolah lewat tim basket yang dikirim.
Ia juga mengakui terkait penyediaan lapangan indoor yang belum dimiliki kota Gurindam yang merupakan ibukota provinsi Kepri. Menurutnya, ia sudah menyampaikan hal tersebut pada rakerda Perbasi dan disambut baik oleh Asmin Patmos selaku Perbasi provinsi.

Penulis: Lanni

Editor: Herman