
Tim Popda Tunduk Versus Ultraman
Defense Lebih dikuatkan
DK Tanjungpinang-persiapan menuju Popda Juli mendatang terus digesah. Tim Popda Tanjungpinang cabor vbasjet dibawah asuhan Rudy Purwana dan Lerry Yando terus mengembleng 12 terpilih untuk siap tampil duahang bergengsi tersebut. 12 Nama lolos seleksi untuk tim putra sudah fix dari berbagai sekolah tingkat SMA/SMK sekota Tanjungpinang. Diantaranya Darren, Anthony, Rocky,
Rio, Alpine, Vandra, Louis, Kelvin, vebra, Jayvril, Oscar, dan sang kapten tim Jeffer lim.
12 bintang cemerlang ini Spparing dengan. Tim Ultraman yang tahun lalu menjadi champion dalam Perbasi cup 2023 menumbangkan tim Avenger dipartai final.
Menghadapi tim sekelas Ultraman yang memiliki jam terbang sudah tinggi tim Popda tetap mencoba bermain lepas. kendati secara fisik tim ini kalah saing dengan tim Ultraman yang bertubuh rata-rata tinggi bongsor namun tidak menyurutkan pasukan Popda untuk terus merangsek kubu pertahanan Ultraman yang cukup ketat.
Sabtu malam (22/6) 2 tim ini mengebrak lapangan Perbasi kota Tanjungpinang. Kwarter pertama Sang kapten Jeffer bersama rekannya. Kevin yang tenar dengan panggilan si Kecik kendati baru pulih dari sakit berpartisipasi menghadapi Ultraman. Kelincahan 5 pasukan Popda ini mencoba membendung serangan Ultraman yang cukup sengit.
Untuk melatih mental juga fisik para bintang tersebut 2 coach terus merotasi anak asuhnya. Dibawah pengawasan wasit Nardi dan Andre Spparing ini berjalan alot dan kejar mengejar poin yang cukup memukau. Tampak sang kapten Popda bermain lebih tenang dari biasanya kendati ya g dihadapi adalah sang champion Perbasi cup tahun lalu.
Sempat buntu dalam mendapatkan poin, akhirnya sikecik berhasil memecahkan kebuntuan. Atlet yang satu ini cukup mengesankan selain memiliki body semampai, ia cukup gesit dan gigih menyerang defense lawan. Ia salah satu atlet Popda yang memiliki skill shoot yang cukup memberi kontribusi untuk mendulang poin bagi timnya. Berpenampilan cuek tetapi saat dilapangan ia sering berbagi bola dan saling mengingatkan teman pada posisinya. Ia termasuk rekan yang cukup di senangi rekan-rekannya.
Akhirnya kwarter pertama ditutup dengan skor 20-18 dengan keunggulan tim Ultraman.
Kwarter kedua, Ultraman mDih memimpin dengan poin 44-37.
Poin yang terpaut cukup jauh itu tidak meredakan semangat juang pasukan Popda. Dapat dilihat dilapangan sulitnya tim ini menjangkau bola-bola lambung yang lebih dulu disambar tim Ultraman.
Rotasi pemain terus dilakukan dan 2 coach terus memberi intruksi untuk anak asuhnya yang sudah bersimbah peluh. Sesama mereka pun saling memberi semangat saat dilakukan rotasi ataupun rekannya mampu menjebol ring lawan.
Namun akhirnya padukan Popda harus tunduk dari tim Ultraman dengan skor 93-77 keunggulan bagi tim Ultraman. Rocky yang disapa media ini usai spparing mengaku fisik lawan berpengaruh bagi perform timnya. Terlebih timnya yang memang masih anak sekolahan itu mayoritas bertubuh kecil berbeda dengan Ultraman. Yang bertubuh tinggi dan gempal.
Kendati kalah pasukan Popda tetap tersenyum, mereka dengan serius mendengarkan arahan 2 coach.
Sementara itu, Dari tim Ultraman yang mengaku bernama Jefri menyebutkan untuk Defense agar lebih diperkuat. Ia mengakui kendati tim Popda kalah body dengan timnya tetapi tidak mudah untuk menaklukan teruna-teruna berbakat itu. Ia menilai secara skill masing-masing memiliki skillny tersendiri. “Mereka hanya kalah pengalaman dan masih kemah didefense ya. Itu lagi kembali soal pengalaman”, ringkasnya.
Coach Rudi Purwana pun mengakui defense anak asuhnya terbilang kurang maksimal menghadapi Ultraman. Namun ia mengapresiasi kinerja tim Popda yang mampu menembus poin 77. “Poin ini diluar ekspetasi kami”, katanya. Ia pun tidak memungkiri ada beberapa anak yang mentalnya down. “Mereka saling menyalahkan tadi ya dilapangan. Ia mengingatkan padukan Popda menang sama-sama, kalah pun sama-sama. Jangan saling menyalahkan. Sebelum membubarkan diri padukan ini diajak berdoa sesuai kepercayaannya.
Tim ini akan menghadapi spparing kembali melawan Mustang dan Nexus.














