
Pemimpin Kepri Mesti Miliki Karakteristik Peradaban Bangsa Melayu (Dok: Lanni)
DK-Tanjungpinang –Semakin dekat jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) Tanjungpinang dan Kepri secara global, bermunculan nama-nama yang cukup familiar dimasyarakat. Semisal sosok Lis Darmansyah yang sudah cukup membumi dikota Gurindam, Rahma mantan walikota yang juga sudah dikenal masyarakat. Bahkan perempuan kedua yang menjadi walikota Tanjungpinang setelah Suryatati dilebeli walikota Dandang atas atensinya untuk UMKM.
Menurut Asril Nasabah. Ketua FOO Pergerakan masyarakat Kepri (Permak) jaya menyebutkan Figur Pemimpin Kepri ke depan diharapkan memiliki cara pandang kepemimpinan yang sesuai dengan karakteristik Kepri sebagai Pusat Peradaban Bangsa Melayu yang identik dengan budaya kesejukan dan perdamaian.
Untuk itu, celah konflik akibat kepentingan politik Pilkada lima tahunanbitu, jangan sampai dipertajam. Karena akan membuat perpecahan bagi generasi bangsa Melayu Kepri dan menyisakan dampak sosial yang cukup panjang.
“Sebagai generasi Bangsa Melayu Kepri, saat ini kami merasakan kehilangan tokoh sebagai tempat berpaut. Karena terkotak dengan kepentingan politik”, ungkap Asril kepada sejumlah Wartawan di Tanjungpinang, Rabu ( 24 /7).
Lanjut Asril, regenerasi kepemimpinan di Kepri semestinya berlangsung secara baik dan meninggalkan legesi kepemimpinan yang bermartabat. Hal itu penting, guna menjadi panutan bagi generasi berikutnya dalam proses pengangkatan dan peralihan kepemimpinan di Kepri.
“Saya kira ini penting, bagaimana pola pemilihan pemimpin atau peralihan kepemimpinan di Kepri berlangsung secara baik dan bermartabat. Harus ada konsensus masyarakat Kepri untuk menemukan polanya sesuai dengan karakteristik Kepri sebagai pusat peradaban Bangsa Melayu, ” sebutnya.
Menurut Asril, tidak semua potensi anak negeri yang berlatar belakang politik. Oleh karenanya, anak- anak Kepri, yang berpotensi berkiprah memberikan sumbang kiprah memajukan Kepri akan terhambat olek kepentingan politik.
” Bagi anak-anak Kepri yang ingin berkiprah, melakukan sesuatu sesuai dengan potensi mereka, kalau ditarik ke politik, sering jadi terhambat, ” ujarnya.
Dia berharap, pemimpin Kepri ke depan, lebih menitikberatkan bagaiman anak- anak Kepri dapat mengembangkan potensi mereka untuk berkiprah memajukan Kepri. Harus diberikan laluan, agar anak-
“Anak Kepri ini, dapat mengembangkan potensinya dan ikut memajukan negeri ini, “imbuhnya.














