DK-Sawahlunto(Sumbar) – Walikota Sawahlunto Riyanda Putra mengajak masyarakat untuk membudayakan membaca dan lebih cermat menyaring informasi di tengah derasnya arus berita di media sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Riyanda saat membuka Festival Literasi Kota Sawahlunto 2026 di Perpustakaan M. Yamin, Talawi, Rabu (14/10/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda menegaskan kemampuan memahami informasi secara utuh dan memeriksa kebenarannya menjadi hal penting di era digital saat ini. Menurutnya, kebiasaan membaca informasi secara sepotong-sepotong tanpa memeriksa fakta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memicu persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Di era digital, semua orang bisa menyebarkan informasi. Karena itu kita harus lebih cermat, jangan terburu-buru percaya dan menyebarkan. Baca secara menyeluruh, pahami konteksnya, dan periksa sumbernya,” ujar Wali Kota Riyanda.
Ia menambahkan, budaya literasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan perpustakaan. Kebiasaan membaca perlu dibangun sejak dini melalui lingkungan keluarga, sekolah, serta pemanfaatan media sosial secara bijak agar masyarakat semakin terbiasa mencari informasi yang benar dan dapat dipercaya.
Selain meningkatkan kecakapan bermedia sosial, Wali Kota Riyanda berharap membaca dapat menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan budaya membaca yang kuat, masyarakat diharapkan memiliki wawasan lebih luas, mampu berpikir kritis, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Jumaidi menilai Sawahlunto memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan peninggalan berharga yang dapat dikembangkan menjadi sumber pengetahuan masyarakat. Potensi tersebut, menurutnya, dapat digali melalui kegiatan membaca, menulis, serta pendokumentasian sejarah lokal.
Jumaidi juga mendorong dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Sawahlunto dan DPRD untuk memperkuat pengembangan perpustakaan hingga tingkat desa. Pengadaan buku dan gerakan wakaf buku dinilai dapat memperluas akses bacaan sehingga manfaat literasi dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.
Bunda Literasi Kota Sawahlunto Yori Riyanda berharap Festival Literasi 2026 mampu menumbuhkan kecintaan terhadap buku, memperluas wawasan, serta mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas dan peduli terhadap budaya literasi. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat untuk berbagi pengetahuan dan mengembangkan kreativitas.
Festival Literasi Kota Sawahlunto 2026 turut menghadirkan sejumlah pegiat literasi, yakni Duta Baca Indonesia Gol A Gong, Muhammad Subhan, Muhammad Fadli, Dian Hasfera, Willy Pangeran, dan Ayumi Zakiyah.












