Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air Bersih di Tengah Kemarau

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ketersediaan dan pasokan air tetap menjangkau permukiman warga serta lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold A. P. Ritiauw dalam keterangannya, Rabu, 30 September 2026.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold A. P. Ritiauw dalam keterangannya, Rabu, 30 September 2026. (Dok : Tangkapan Layar)

DK-Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ketersediaan dan pasokan air tetap menjangkau permukiman warga serta lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kemarau yang dalam beberapa tahun terakhir berdampak pada ketersediaan air.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold A. P. Ritiauw mengatakan, pemerintah terus memperkuat penanganan darurat kekeringan di berbagai daerah. Sejak Juli hingga 24 September 2026, penanganan telah dilakukan di 3.288 lokasi di seluruh Indonesia.

“Kementerian Pekerjaan Umum memastikan air sampai ke rumah dan sawah warga di tengah kemarau terberat beberapa tahun terakhir. Penanganan darurat kekeringan sejak Juli sampai dengan 24 September 2026 pukul 18.00 WIB berjalan di 3.288 lokasi di seluruh Indonesia,” ujar Arnold dalam keterangan tertulis Bakom RI, Rabu (30/9/2026).

Dari total lokasi tersebut, sebanyak 2.533 lokasi merupakan kawasan permukiman warga, 358 lokasi berada di kawasan persawahan, dan 377 lokasi berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hingga 24 September 2026, sebanyak 2.700 lokasi telah selesai ditangani. Sementara itu, 588 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan secara intensif di lapangan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Kementerian PU telah menyalurkan 48,9 juta liter air bersih. Distribusi tersebut telah menjangkau lebih dari 1,75 juta jiwa yang terdampak krisis air di berbagai daerah.

“Warga di berbagai titik krisis kini tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mencari sumber air. Pasokan air bersih didistribusikan secara langsung melalui armada mobil tangki serta penyediaan hidran umum di pemukiman,” kata Arnold.

Selain distribusi air bersih, Kementerian PU juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui penguatan infrastruktur sumber daya air. Salah satunya dengan membangun sumur bor baru serta memberikan dukungan sarana tangki air kepada pemerintah daerah dan perusahaan daerah air minum (PDAM).

Penanganan juga difokuskan pada sektor pertanian. Intervensi darurat yang dilakukan Kementerian PU telah membantu menyelamatkan sekitar 141.440 hektare lahan sawah dari ancaman gagal tanam maupun gagal panen akibat kekurangan air.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemompaan air sungai secara langsung ke area persawahan di 133 lokasi. Kementerian PU juga melakukan normalisasi saluran irigasi dan pembangunan saluran darurat di 42 lokasi.

Selain itu, penanganan dilakukan di 183 lokasi melalui penerapan manajemen pembagian air, termasuk sistem giliran pengairan. Skema tersebut diterapkan agar pasokan air dapat dibagi secara lebih merata kepada petani di tengah keterbatasan sumber air.

Kementerian PU juga mendorong penerapan teknologi irigasi hemat air sehingga pemanfaatan setiap liter air dapat dilakukan secara optimal. Langkah tersebut diharapkan membantu mempertahankan produktivitas pertanian selama musim kemarau.

Pemerintah menilai penanganan kekeringan secara terpadu diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan sektor pertanian.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih dan petani dapat mempertahankan pengairan lahan di tengah kondisi kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia.