BINTAN  

Dosen UMRAH bersama MGMP Matematika SMA Kabupaten Bintan Gelar Workshop Penguatan Numerasi Berbasis Konteks Wilayah Pesisir

Dosen UMRAH sedang memberikan pemaparan (dok: DK)

DK-Tanjungpinang– Kolaborasi Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan kegiatan workshop yang bertujuan untuk memberikan penguatan Numerasi dan Asesmen Numerasi Berbasis Konteks Wilayah Pesisir bagi guru mata pelajaran Matematika yang tergabung dalam komunitas MGMP Matematika SMA/MA Kabupaten Bintan.

Kegiatan yang didukung Pendanaan Internal UMRAH tahun 2026 ini berlangsung sejak tanggal 15 hingga 28 Agustus 2026. Kegiatan tatap muka dilaksanakan selama 2 (dua) hari, dan bertempat di BPMP Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Kepulauan Riau, Ibu Yuli Rianawati, S.T., M.M.Pd, dan Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Provinsi Kepulauan Riau, Bapak Sugeng Widodo, M.Pd., turut hadir memberikan sambutan dan apresiasi  atas diselenggarakannya kegiatan pengabdian ini.

Kegiatan Pengabdian yang dipimpin oleh Nur Asma Riani Siregar, S.Pd., M.Pd., dan dibantu oleh tiga dosen UMRAH lainnya yaitu, Nurul Hilda Syani Putri, S.Pd., M.Si., Mariyanti Elvi, S.Pd., M.Pd., dan Jannesa Nasmi S.Pi, M.Si, ini dilatarbelakangi oleh temuan adanya miskonsepsi guru terhadap framework numerasi dan asesmennya. Masih banyaknya guru yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan soal-soal numerasi secara akurat mengukur level kognitif knowing, applying, dan reasoning, khususnya berbasis lingkungan pesisir juga menjadi alasan penting lainnya mengapa workshop ini perlu dilaksanakan. Melalui kegiatan ini guru matematika SMA di Bintan diharapkan Memiliki wawasan pengetahuan yang memadai untuk dapat mengembangkan soal numerasi dan melaksanakan asesmen numerasi serta tindaklanjutnya.

Implementasi kegiatan tatap muka dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pelatihan,  diawali dengan sosialisasi Karakteristik lingkungan maritim dan pesisir Kepulauan Riau dan Framework Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Numerasi, dilanjutkan dengan workshop pengembangan Soal-soal Numerasi Berbasis Pesisir dan Konteks Maritim, serta Asesmen Numerasi dan Tindak lanjutnya.  Sementara itu, kegiatan asinkronus dalam bentuk penugasan terbimbing memungkinkan para guru menerapkan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh selama kegiatan tatap muka untuk menghasilkan soal-soal numerasi berbasis pesisir maupun soal numerasi konteks maritim.

Pada kegiatan pengabdian ini, guru juga dilatih untuk memanfaatkan toolsi AI seperti Gemini AI dan ChatGPT proses pengembangan soal-soal numerasi terintegrasi konteks maritim dan lingkungan pesisir Kepulauan Riau. Tools AI dimanfaatkan sebagai asisten yang membantu dalam proses  eksplorasi ide konteks maritim/pesisir yang relevan dengan materi matematika, penyusunan simulus informasi dan pertanyaan perjenjang mulai dari level kognitif knowing, applying, hingga reasoning. Peserta juga dibimbing untuk mengevaluasi dan merevisi soal-soal numerasi yang dihasilkan dengan bantuan tools AI, sehingga didapatkan soal numerasi yang valid, relevan dengan permasalahan dunia nyata di sekitar lingkungan maritim dan wilayah pesisir sehingga konteks soal bukan hanya sekedar tempelan belaka.

Guru yang menjadi peserta workshop (dok: DK)

Selama pelatihan berlangsung, peserta menunjukkan respon yang sangat baik, fokus mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan, dan antusis mempraktekkan bagaimana penggunaan teknologi AI untuk mengeksplorasi ide dan mengembangkan soal-soal numerasi terintegrasi konteks maritim dan pesisir. Peserta memberikan apresiasi yang tinggi atas dilaksankana kegiatan pengabdian ini.

“Kegiatan pelatihan ini membantu memperdalam pemahaman kami tentang numerasi AKM. Jadi semakin paham bagaimana membedakan soal numerasi mengukur pemahaman, aplikasi, dan penalaran. Kami juga jadi bisa membuat soal-soal numerasi dengan bantuan tools AI. Kedepannya kami berharap kegiatan seperti ini semakin digiatkan agar kami di MGMP mendapat update pengetahuan baru” ujar salah seorang peserta pada akhir kegiatan.

 

Penulis: TIMEditor: HERMAN