DK- Sawahlunto(Sumbar) Kota Sawahlunto resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional Wilayah atau Kejurnaswil Kempo 2026 oleh Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia atau PB Perkemi. Kejuaraan tingkat nasional ini akan digelar pada 22 Juni 2026 dan dipusatkan di Kota Warisan Dunia UNESCO tersebut.
Penunjukan Sawahlunto disambut antusias Pemerintah Kota Sawahlunto. Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyatakan kesiapan penuh seluruh jajaran untuk menyukseskan ajang yang akan diikuti ratusan kenshi atau atlet kempo dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Kehormatan besar bagi Sawahlunto dipercaya jadi tuan rumah Kejurnaswil. Ini tanggung jawab yang harus kita jawab dengan kerja maksimal. Semua sektor harus bergerak,” tegas Riyanda saat memimpin audiensi dengan Panitia Pelaksana Kejurnaswil di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua Perkemi Sawahlunto dan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga itu, Riyanda bersama panitia membahas detail teknis penyelenggaraan. Ada empat poin utama yang menjadi fokus persiapan: kesiapan venue utama pertandingan, kelayakan ruang pemanasan dan ruang wasit, standar penginapan atlet dan ofisial, serta skema transportasi lokal selama event.
Untuk venue, Pemko menyiapkan GOR Pusat Kota Sawahlunto sebagai lokasi utama tatami. GOR tersebut akan disterilkan dan ditata ulang sesuai standar pertandingan Perkemi, termasuk pemasangan matras khusus, sistem skor digital, dan area steril untuk atlet. Pemko juga menyiapkan beberapa gedung pendukung untuk sekretariat, ruang kesehatan, dan ruang media center.
“Kita tidak mau setengah-setengah. Venue harus representatif. Penginapan juga harus layak. Kita siapkan hotel, homestay binaan, hingga rumah sewa milik warga yang sudah kita kurasi. Jangan sampai atlet kecewa karena fasilitas,” jelas Riyanda.
Kejurnaswil Kempo 2026 akan mempertandingkan dua kategori utama, yaitu embu atau seni teknik beregu dan perorangan, serta randori atau pertarungan bebas. Kelas yang dibuka mulai dari pra-pemula hingga senior putra-putri. Diperkirakan lebih dari 400 atlet beserta pelatih dan ofisial akan hadir di Sawahlunto selama 4 hari pelaksanaan.
Bagi dunia kempo Indonesia, Kejurnaswil merupakan jenjang penting. Selain perebutan medali dan peringkat wilayah, ajang ini menjadi salah satu jalur pemantauan bakat menuju Kejurnas dan Seleksi Nasional Pelatnas. Karena itu, persaingan di atas tatami dipastikan ketat.
Riyanda menegaskan, Pemko Sawahlunto memandang Kejurnaswil ini dari dua sisi. Pertama, sebagai panggung pembinaan prestasi. Kedua, sebagai penggerak ekonomi daerah. Dengan asumsi 400 orang lebih datang dan menginap minimal 3 malam, perputaran uang di sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan UMKM diprediksi menembus ratusan juta rupiah.
“Hotel penuh, homestay hidup, warung makan ramai, tukang ojek dan rental mobil jalan, pedagang suvenir laku. Ini efek domino yang harus kita jaga. Makanya saya minta Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan siapkan pendampingan untuk pelaku usaha,” kata Wali Kota.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurnaswil Kempo 2026 menyampaikan apresiasi atas sambutan cepat Pemko Sawahlunto. Menurutnya, semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengurus cabang olahraga menjadi kunci sukses sebuah kejuaraan. Ia optimis Sawahlunto akan memberi standar baru penyelenggaraan Kejurnaswil.
“Kami lihat komitmen Pak Wali dan jajaran sangat kuat. Secara teknis kami juga akan bantu. Target kita, Kejurnaswil di Sawahlunto ini lancar, aman, dan melahirkan atlet potensial,” ujarnya.
Lebih jauh, Riyanda menyebut sukses Kejurnaswil Kempo 2026 akan memperkuat positioning Sawahlunto sebagai kota tujuan sport tourism. Setelah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia, Sawahlunto kini gencar mengisi kalender event nasional agar kunjungan wisatawan dan lama tinggal atau length of stay meningkat.
“Sawahlunto tidak boleh hanya dikenang karena tambangnya. Kita mau dikenal juga karena eventnya, karena prestasinya, karena keramahannya. Kejurnaswil ini pintu masuk untuk event-event besar berikutnya,” tegasnya.
Riyanda mengajak seluruh masyarakat Sawahlunto untuk ikut menyukseskan dan menjadi tuan rumah yang ramah. Ia berharap masyarakat mendukung dengan menjaga kebersihan, keamanan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada tamu yang datang.
“Semoga dari tatami di Sawahlunto, lahir kenshi-kenshi Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia. Dan semoga semua kontingen pulang membawa cerita indah tentang Kota Sawahlunto,” tutup Wali Kota.














