
Pasukan Popda Kian Mantapkan Diri Hasil Draw Versus Alumni Smansa (Dok: Lanni)
DK-Tanjungpinang-pasukam Popda yang terdiri dari 12 pelajar tingkat SMA/SMK Se- Tanjungpinang kian memantapkan diri menuju Popda Batam 2024.
Persiapan tim besutan coach Rudi Purwana dan Lerry Yando ini semakin.kompak saat Spparing dengan tim alumni Smansa yang sudah cukup terkenal dengan kemampuan basketnya dikota Gurindam, yang digelar Senin malam (8/7) dilapangan Perbasi Tanjungpinang.
Imbang secara fisik namun beda pengalaman tidak membuat surut semangat pasukan Popda yang dikaptenin oleh Jeffer lim. Terus melakukan.
Spparing ini dipimpin wasit Ferdi dan Andre. Tim alumni Smansa ya g kini sudah menyandang predikat mahasiswa diberbagai perguruan tinggi tentu tidak main-main menghadapi gempuran padukan Popda.
Sempat ketinggalan poin, parabintang Popda terus bertahan dan melakukan perlawanan. Suasana malam yang sejuk membuat dua kubu ini terus menyala. Hingga kwarter tiga berakhir alumni Smansa masih memimpin dengan skor 37-48.
Alumni Smansa yang diujung masanya masih sempat mengikuti turnamen Smansa cup dan berhasil menjadi jawara merupakan tim solid yang walau sudah menentukan langkah masing-masing kuliah diberbagai perguruan tinggi tetap kompak. Tim ini cukup siaga menghadapi pasukan Popda yang kian berkembang dengan permainannya walaupun dua coachnya masih menyerukan untuk mengingatkan posisi yang keteteran. Namun untuk cemestri padukan Popda sudah semakin matang.
Berpacu dengan waktu tim Popda terlihat tetap tenang kendati skor alumni Smansa masih unggul mereka tidak lagi mudah panik. Lebih bisa menguasai diri dan lapangan dibawah komando Jeffer sang kapten tim ini perlahan mengejar poin untuk mendekati atau bahkan menyalib poin tim alumni smansa. Derico, Kenneth, Rick, Brandon, Darron, Wilson, Sebas dan mantan kapten smansa fernando tak kalah semangat mempertahankan ringnya dari serangan adik-adik letingnya yang penuh semangat. Jelang kwarter 4 berakhir Darren beserta rekan-rekannya terus melakukan penekanan ke defense alumni Smansa, hingga tercipta shoot yang berhasil merobek ring alumni.
Akhirnya pasukan Popda berhasil menyalib poin alumni Smansa. Tetapi bukan tim smansa namanya jika harus menyerah. Mereka bermain sportif walaupun itu hanya sebuah Spparing. Derico cs tidak mau kalah melakukan serangan balik hingga Pluit pertanda game selesai. Dua tim ini remis (draw) dengan skor 63-63.
Derico yang kini berstatus mahasiswa Untar ,(Jakarta) memuji atas solidnya tim Popda yang timnya hadapi. “Cukup baiklah, kak. Mereka kompak skill individunya pun bagus. Pokoknya baguslah main mereka,” singkatnya.
Pihak tim Popda pun memuji kekuatan tim alumni yang cukup sukar untuk mereka taklukan.
“Mereka cukup kuat dan bagus mainnya,’ ucap Darren dan Rio berbarengan.
Darren menambahkan tim alumni Smansa juga punya pengalaman yang sudah duluan ikut Popda dan mengikuti berbagai turnamen ya g mengasah mental. Berbeda dengan Kevin alias sekecil yang cukup besar mendulang poin untuk timnya mengaku menghadapi tim alumni Smansa, “biasa saja,” singkatnya sembari tersenyum.
Coach Rudi pun cukup tersenyum dengan hasil anak didiknya. Ia pun mengatakan untuk fisik dan defense tim Popda sudah semakin baik begitupun dengan kekompakan. Namun ia menambahkan perlu pembenahan untuk endurance (daya tahan)nya lagi yang perlu ditingkatkan”, tukasnya.














