
DK – Batam-Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri H. Taba Iskandar, S.H., M.H., M.Si menegaskan jika hubungan kerja antara eksekutif dan legislatif harus selalu klop dalam hal menentukan kebijakan dan program kerja daerah.
Hal ini disampaikan Taba saat menjadi narasumber dalam rapat koordinasi (rakor) Pelaksanaan Dekonsentrasi Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat di Provinsi yang diselenggarakan oleh Biro Pemerintahan dan Perbatasan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau di hotel Ibis, Batam, Sela (26/10).
Menurut legislator senior di partai berlambang pohon beringin ini Pembentukan pemerintahan sebagaimana dibunyikan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 adalah untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Untuk menjalankan pemerintahan, kata Taba, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, maka dibentuklah pemerintahan daerah yang terdiri dari Pemerinta Provinsi dan Pemerintah kabupaten/kota yang diatur dalam pasal 18 ayat (1) UUD 1945.
“Nah, karena pemerintah dalam menjalankan pemerintahan itu didukung dengan lembaga legislatif, yakni DPR dan DPRD. Makanya antara eksekutif dan legislatif ini harus saling mendukung dalam menjalankan roda pemerintahan. Dan tentu harus klop,” kata mantan ketua DPRD Kota Batam ini.
Sebagai legislator yang duduk di kursi DPRD Kepri saat ini, dan menjabat sebagai wakil ketua komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Taba pun memaparkan soal hubungan kewenangan antara DPRD Kepri dan Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat.
“Baik Pemeritah Provinsi, Pemerintah kabupaten maupun pemerintah kota, semuanya ada DPRD nya yang sama-sama dipilih oleh rakyat secara demokratis. DPRD dan Kepala Daerah berada dalam satu bingkai yang sama dalam tata pemerintahan yang disebut dengan pemerintahan daerah,” jelas Taba lagi.(Hs/Hum)












