
DK-Tanjungpinang– Memasuki pelataran hotel CK Tanjungpinang Sabtu malam (19/10) sudah tampak kerumunan manusia. Menilik kedalam aparat keamanan pun berjaga ditempat tertentu semakin kedalam menuju baalroom CK semakin jetatlah pengananan. Bagi yang akan memasuki baalroom diperiksa mengunakan detektor.
Didalam desain panggung dengan lampu sorot tampak megah kursi undangan ditata dan dilengkapi dengan tulisan sehingga memudahkan tamu mencari posisinya mading-masing. Bahkan KPU juga sudah menyediakan tempat untuk masa masing-masing paslon. Untuk Paslon nomor urut 1 (rahma-Riza Hafis) berada dikanan panggung sedangkan Paslon nomor urut 2 (lis-Raja) berada dikiri pangung.
Ya KPU Kota Tanjungpinang menggelar debat pertama calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang di baalroom Hotel CK.
Dalam debat tersebut para pendukung masing pasangan calon baik Lis – Raja maupun Rahma-Rizha saling memberikan support kepada pasangan unggulannya.
Pada debat Pilwako ini terdapat 5 orang Panelis berkompenten yang telah ditunjuk oleh KPU Tanjungpinang dalam memberikan pertanyaan kepada kedua pasangan calon tersebut.
Pasangan nomor urut 1, Rahma dan Riza Hafiz, serta pasangan nomor urut 2, Lis Darmansyah dan Raja Ariza, berlomba menawarkan solusi terbaik untuk memajukan Tanjungpinang.
Rahma, yang pernah menjabat sebagai Walikota selama tiga tahun, mempresentasikan rencana besar untuk membawa Tanjungpinang menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan berbudaya.
Dalam pidatonya, Rahma menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sektor ekonomi lokal.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi nelayan, petani, dan peternak,” beber Rahma.
Calon Wakil Walikota, Riza Hafiz, dikenal sebagai seorang hafiz Al-Quran, menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda melalui program Rumah Pemuda Milenial guna mempersiapkan generasi muda Tanjungpinang untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sementara Paslon nomor urut 2 Lis Darmansyah dan Raja Ariza, menyoroti tantangan serius yang dihadapi Tanjungpinang, seperti perlambatan ekonomi, angka kemiskinan dan pengangguran yang meningkat, serta inflasi yang tidak stabil.
Melalui visi Bima Sakti, Lis dan Raja berkomitmen menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang berbudaya, indah, melayani, dan aman.
Mereka menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan kesehatan, serta pemberdayaan generasi muda dan kesetaraan gender.
Pasangan ini juga memaparkan 9 program unggulan, di antaranya pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang merata, pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat RT dan RW, serta peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi digital.
Mereka menutup dengan mengajak masyarakat Tanjungpinang untuk mendukung pencalonan mereka, demi mewujudkan kota yang lebih baik, berbudaya, dan sejahtera.
Namun ada yang menggelitik dalam debat pertama ini Rahma sempat menyentil dinasti. Hal ini pun membuat para awak media menyerbunya usai debat.
Tanpa sungkan perempuan kelahiran sungai Danai 1975 itu pun menjawab tersenyum. “Begini ya maksud saya masalah dinasti itu jangan orangnya itu-itu saja yang duduk didalam suatu pemerintahan/lembaga kapan orang lain bisa merasakan,” tukasnya dengan senyum mengulum. Dan ketika awak media mempertanyakan contoh dinasti tersebut Rahma menjawab bijak, anda bisa lihat sendiri.