Menyembunyikan atau Menghilangkan Mayat Bayi Perempuan, M Ditahan

Menyembunyikan atau Menghilangkan Mayat Bayi Perempuan, M Ditahan (Dok: Lanni)

DK Tanjungpinang-penemuan mayat bayi perempuan yang baru dilahirkan dijalanPramuka Lorong Bali No. 16 RT 001 / RW 005 Kel. Tanjung Ayun Sakti Kec. Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, pada Selasa kemarin sekitar pukul 19.30 wib.

Bayi yang ditemukan sudah tidak bernyawa itu ternyata bayi perempuan yang baru dilahirkan Mp yang baru berusia 20 tahun. Hal ini terungkap saat konfrensi pers di Mapolresta Tanjungpinang, Rabu (5/6).

Berdasarkan pengakuan Kasatreskrim polres Tanjungpinang, AKP Andrian Niky didampingi kasi Humas Polresta, Ipda Syahrul Damanik, saat ini perempuan yang membuang bayi tersebut sudah ditahan setelah sebelum ya dibawa ke rumah sakit.

Dan berdasarkan keterangan sang kasat, perempuan berinisial M alias R tersebut merupakan anak luar Tanjungpinang yang mencari pekerjaan ke Tanjungpinang. “Dia mengaku saat ke Pinang tidak tahu dalam kondisi hamil. Atas perbuatannya dikenakan Pasal 181 KUH Pidana Barang siapa mengubur, menyembunyikan, membawa lari atau menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian atau kelahirannya, diancam dengan pidana penjara maksimal 9 (sembilan) bulan.

Sementara untuk motif menurut Niky, panggilan karib kasat reskrim menyebutkan pelaku membuang bayi baru lahir ke parit belakang kos-kosan dikarenakan takut dan malu

Kronologi kejadian, Selasa, 4 Juni 2024, sekira pukul 19.30 WIB, Tim Gabungan dari Polresta Tanjngpinang serta Polsek Bukit Bestari mendapatkan informasi dari masyarakat tentang penemuan mayat bayi berjenis kelamin Perempuan di parit belakang kos-kosan daerah Jl. Pramuka Kec. Bukit Bestari, sehingga dilakukan Olah TKP.

Tim melakukan penyelidikan di sekitar TKP dan ditemukan Sdri. M Als R(Tersangka) yang terlihat lemas, sehingga dilakukan interogasi dan mengakui bahwa telah melahirkan bayi tersebut pada dini hari (sekira 03.00 WIB) serta dibuang ke parit belakang kos-kosan dalam keadaan terbungkus kantong kresek warna hitam.

Akhirnya, Jenazah Bayi dan Tersangka dievakuasi ke RSUP (Rumah Sakit Umum Provinsi) Kota Tanjungpinang.

Namun berdasarkan hasil otopsi, bayi tersebut sudah meninggal sebelum dilahirkan. Barang bukti y.ang berhasil diamsnkan berupa
1 (satu) buah kantong plastik berwarna hitam dan
1 (satu) helai baju kaos berwarna merah milik Tersangka.

Penulis: LanniEditor: Herman
banner 120x600