Miris! Kondisi Dermaga Pulau Penyengat Mengkhawatirkan 

Pelantar masih aktif digunakan masyarakat maupun wisatawan

Dermaga Pulau Penyengat Tanjungpinang.
Dermaga Pulau Penyengat Tanjungpinang.

DK TANJUNGPINANG – Dermaga Pulau Penyengat Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) semakin mengkhawatirkan masyarakat.

Dari pantauan Rabu (17/04), beberapa ruas tiang pembatas pada pelantar itu telah tiada. Kemudian, tampak juga atap yang berlubang, cat usang, dan tiang pelantar yang tergerus dengan air asin.

Padahal, pelantar itu masih aktif digunakan oleh masyarakat Kota Tanjungpinang maupun wisatawan yang ingin ke Pulau Penyengat.

Alhasil, sejumlah warga pun merasa khawatir atas kondisi tersebut. Terlebih pelantar itu termasuk salah satu fasilitas yang vital bagi masyarakat, penambang pompong, dan wisatawan.

“Bukan repot lagi. Sudah mau hancur. Sangat disayangkan Pemko maupun Pemprov Kepri tak mampu untuk lakukan upaya revitalisasi dermaga tersebut,” kata salah seorang warga, Joni.

Menurutnya, Pemkot maupun Pemprov dapat merawat pelantar tersebut. Sehingga tidak membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sana.

Bahkan, saat lebaran kemarin warga yang beraktivitas terpaksa menggunakan pelantar dengan kondisi seperti itu. Sebab, dermaga itu menjadi satu-satunya akses bagi masyarakat dan wisatawan.

“Saya sendiri videokan saat Lebaran pas saat hujan lagi. Sangat menyedihkan gerbang wisata atau wajah pintu masuk menuju Pulau Penyengat seperti kandang bebek,” tambah Joni.

Kondisi itu membuat sejumlah warga merasa cemas. Sebab, sudah berlangsung cukup lama dan tak kunjung mendapatkan perbaikan.

Ia berharap pemerintah segera memperbaiki dermaga tersebut. Ia khawatir, kondisi dermaga yang memprihatinkan akan memakan korban bila tidak diperbaiki.

Alvan, salah seorang wisatawan juga mengucapkan hal serupa. Ia prihatin, dengan kondisi dermaga yang menjadi pintu masuk ke destinasi wisata andalan Kota Tanjungpinang.

“Sayang sekali kalau sampai tidak dirawat. Soalnya kan ini digunakan masyarakat,” katanya.

“Mau bagaimana lagi? Mumpung pulang ke Tanjungpinang juga,” tambah Alvan.

banner 120x600