TP PKK Bahas Stunting

TP PKK Bahas Stunting (Dok: Lanni)

DK-Tanjungpinang-Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tanjungpinang Ranny Guspita Sari bertemu kader PKK dan Posyandu se Kecamatan Tanjungpinang Timur di Puskesmas Batu X, Rabu (17/1).

Pertemuan ini juga membahas tentang penanganan stunting sebagaimana program prioritas Pj Walikota Tanjungpinang Hasan sejak awal menjabat hingga kini.

Pj Walikota Tanjungpinang Hasan menyampaikan hari ini ada pertemuan PKK Tanjungpinang pada dua Kecamatan di Tanjungpinang.
PKK adalah mitra yang memiliki beberapa program PKK dengan koordinasi Dinas Kesehatan.

“Hari ini kita masih membahas tentang prioritas terkait Stunting. Kita berikan bantuan susu dari tahun 2023 kemarin secara bertahap agar susunya kita pantau mulai kondisi berat badan anak hingga termasuk masa expired susu balita,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan PKK Tanjungpinang berupa susu balita merek Chil-Go, beras 5 Kg, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng untuk diberikan kepada 8 orang penerima di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Hasan juga mengatakan selain itu ia mengajak untuk menjaga pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan baik air, sanitasi, lingkungan termasuk pada saat memegang bayi.

“Makannya nanti kita fokus kepada bukan hanya bantuan asupan makanan tapi lingkungan juga sangat penting terkait kebersihan,” kata Hasan.

Terkait Permasalahan Stunting, Kota Tanjungpinang terdapat 300 an lebih Persentase, namun Hasan menginginkan setiap Kelurahan zero Stunting

“Ada dua Kelurahan yang zero Stunting yakni Kelurahan Tanjungpinang Barat dan Bukit Cermin. Tidak mudah menurunkan zero Stunting itu karena butuh kerjasama,” terang Hasan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Tanjungpinang Ranny Guspita Sari menyampaikan apresiasi kepada kader Posyandu Kelurahan Pinang Kencana karena berdedikasi turut andil dalam penurunan Stunting di Tanjungpinang.

“Kita ketahui bersama PKK merupakan mitra pemerintah dalam menyukseskan visi misi Kota Tanjungpinang. Stunting ditandai dengan tinggi anak yang lebih pendek daripada standar usianya, ” jelas Ranny.

Ia menyebut jumlah kasus Stunting di Indonesia masih tergolong tinggi yakni sekitar 3 atau 10 anak lebih. Oleh sebab itu Stunting masih jadi permasalahan yang harus ditangani maupun dicegah.

Ranny melanjutkan berdasarkan data tahun 2023, angka Stunting memiliki perbaikan angka Stunting dan berada posisi.

“Angka Stunting berdasarkan data kini berada di 15,7 persen dari tahun sebelumnya. Mari sama sama kita lanjutkan dan teruskan program penurunan Stunting di Tanjungpinang,” ringkasnya.

Penulis: Lanni

Editor: Herman

banner 120x600