2 Tersangka Pengrusakan Patok Tidak di Tahan, Pelapor Merasa Terancam

2 Tersangka Pengrusakan Patok Tidak di Tahan, Pelapor Merasa Terancam (Dok: Lanni)

DK-Tanjungpinang-Perkara Pengrusakan Patok milik Djodi Wirahadikusuma yang dilakukan oleh Aloysius Dango dan Herman Yosep pada hari Jumat, 21 Juli 2023 lalu sekira pukul 15.00 WIB, di Jl. W. R. Supratman KM 8 Kota Tanjungpinang memasuki babak baru. kini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polresta Tanjungpinang, Rabu (3/1).

Ditetapkan pelanggaran hukum yang dimaksud, barang siapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana di atur pasal 170 KUHP, ancaman 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan penjara.

Sedikit menukil kronologis perkara pada hari
Jumat, 21 Juli 2023, sekira pukul 15.00 WIB, di Jl. W. R. Supratman KM 8 Kota Tanjungpinang, Djodi meminta Hendrikus Riba untuk membersihkan lahan dan melakukan pemasangan patok dilahan yang dikuasai Djodi.

Kemudian Hendrikus menyuruh pekerjanya yakni Alexander Ngadji dan Oktavianus untuk memasang patok di lahan yang dikuasai oleh Djodi.

Setelah pemasangan patok sebanyak 30 (tiga puluh) titik di lokasi tersebut, para pekerja melihat para tersangka Aloysius dan Herman Yosef menghampiri lokasi lahan, dan melakukan pencabutan serta pembuangan patok ke parit sekitar lokasi.

Esoknya, Djodi dan para pekerja mengecek dan mengetahui bahwa 12 (dua belas) patok tercabut.
– 2 (dua) patok ditemukan dalam parit
– ⁠ 10 (sepuluh) patok telah hilang.

“Akibatnya, Djodi mengalami kerugian sebesar Rp 13.250.000,-,” terang kasi humas Damanik saat dihubungi media.

Diketahui kedua tersangka ini tidak ditahan dan wajib lapor. Djodi mengaku merasa terancam jika kedua tersangka itu tidak di tahan, karena dilapangan selalu mendapat perlakuan kasar dari Herman Yosef.

Kapolresta Tanjungpinang Heribertus Ompusunggu dihubungi via ponselnya mengatakan segera mengecek perkara ini. “kita cek,” jawabnya singkat.

Penulis: Lanni

Editor: Herman

banner 120x600