Kendalikan dari Lapas, Napi Bandar Narkoba Didakwa Seumur Hidup

Kendalikan dari Lapas, Napi Bandar Narkoba Didakwa Seumur Hidup

Sidang Dakwaan Kasus Narkotika (Hs)


DK – Tanjungpinang – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yustus One Simus Parlindungan nendakwa Napi Lapas Narkotika dengan hukuman seumur hidup lantaran melaksanakan bisnis narkotika jenis sabu dari dalam lapas.

Dalam dakwaannya, JPU mendakwa Napi bernama Windi Ramdan Permady dengan pasal berlapis. Pasalnya, Windi ketahuan telah mendalilkan peredaran narkotika jenis sabu.

“Terdakwa dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan Narkotika sebagai dakwaan Primer,” ujarnya pada sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (02/12).

Dalam pasal tersebut, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Sedangkan untuk dakwaan sekunder, JPU mendakwa Windi dengan Pasal 112 Ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan dakwaan itu, sidang akan dilanjutkan pada Kamis (09/12) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.

“Sidang dilanjutkan pada minggu depan. Jaksa silakan menghadirkan saksinya,” ujar Ketua Majelis Hakim Riska Widiana.

Sebelumnya, penangkapan terdakwa bermula pada penangkapan pemilik dan pengedar narkoba sabu terdakwa Reyhan Janitra (Dituntut terpisah) oleh Polisi di rumahnya Jalan Hanjoyo Putro Km. 8 Perum Citra Pelita 5 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur pada Senin (06/09) lalu.

Reyhan mengaku mendapat narkoba sabu yang diamankan Polisi saat itu dari terdakwa Windi, Napi Lapas Narkotika. Hal itu ia sampaikan saat diinterogasi oleh pihak kepolisian.

Selain itu, polisi juga menemukan riwayat percakapan antara keduanya pada ponsel milik Reyhan. Saat itu, Rehan meminta terdakwa Windi untuk mencarikannya barang haram tersebut.(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!