Strict Standards: EasyWatermark\Dashboard\Page and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($hooked) in the composition of EasyWatermark\Dashboard\Watermarks. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Dashboard/Watermarks.php on line 61

Strict Standards: EasyWatermark\Dashboard\Page and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($pattern) in the composition of EasyWatermark\Dashboard\Watermarks. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Dashboard/Watermarks.php on line 61

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($hooked) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\WatermarkMetabox. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/WatermarkMetabox.php on line 70

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($pattern) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\WatermarkMetabox. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/WatermarkMetabox.php on line 70

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($hooked) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\Watermark\Preview. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/Watermark/Preview.php on line 154

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($pattern) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\Watermark\Preview. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/Watermark/Preview.php on line 154
Walikota Diminta Transparansi Anggaran Refocusing
Walikota Diminta Transparansi Anggaran Refocusing

Walikota Diminta Transparansi Anggaran Refocusing

Pengiat Anti Korupsi Tanyakan Kemana Saja Dana Recofusing Pemko Tanjungpinang

Jusri Sabri, Ketua LSM Getuk (Hs)


DK – TANJUNGPINANG
– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Tuntas Korupsi (Getuk) meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk terbuka terkait dana Refocusing dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang.

Pasalnya, menurut Ketua LSM Getuk Jusri Sabri berdasarkan informasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Kepulauan Riau, Pemko Tanjungpinang merefocusing anggaran Kota Tanjungpinang, sebesar 42 Milyar Rupiah.

“Kita Minta Walikota Rahma transparan. Karena belum ada hal nyata yang dibuat Pemko Tanjungpinang dengan dana sebesar itu,” tegas Jusri kepada awak media, Rabu(15/9) malam.

Jusri menegaskan sesuai dengan UU No 14 Tahun 2008 Pemko harus terbuka mengenai anggaran tersebut. Karena hal ini untuk kepentingan masyarakat.

“Kita mau dana puluhan miliar yg direfocusing itu jelas kemana dan untuk apa harus jujur Walikota Rahma. Sesuai dengan UU 14 tahun 2008,” sebutnya.

Saat ini, kata Jusri, untuk tahap Kedua Dinas PUPR Kota Tanjungpinang sudah dipotong hingga 32 Milyar Rupiah.

“Untuk beli sembako dan nasi bungkus setahun pun tak abis dengan dana recofusing itu tak akan habis. Tetapi buktinya masyarakat saat ini gak ada dapat,” bebernya.

Jusri menegaskan LSM Getuk tengah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan terkait penyelewengan dana Recofusing Pemko Tanjungpinang.

“Kalau terbukti akan kita laporkan langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ucap Pria yang pengiat Anti korupsi ini.(Hs/Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *