Pedagang di Tanjungpinang Ini Menangis Dagangannya Diborong

Pedagang di Tanjungpinang Ini Menangis Dagangannya Diborong

Tangis Pedagang di Aksi Borong UMKM

Tanjungpinang – Tangis haru pedagang menghiasi jalannya program borong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) oleh Aksi Capat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kota Tanjungpinang, Sabtu (14/08).

Terdiam tak berkata, begitulah ekpresi pasangan suami istri Warsiem (68), dan Sardi (70) saat mendengar bahwa dagangan yang disiapkan sejak fajar menyapa, akan diborong habis tak bersisa. Ekpresi itu, semakin kontras terlihat saat air mata haru mulai mengalir ke pipinya. Selain itu, Warsiem beserta suami juga menerima bantuan modal untuk usahanya.

Warsiem dan Sardi yang keseharian berjualan makanan tradisional di sebuah pondok kayu di Jalan Kuantan, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau itu, mengaku kaget dan tidak mengira bahwa ia akan mendapatkan uluran tangan dari para dermawan.

“Alhamdulillah, dikasih modal dan jualanya laku. Hanya Allah yang dapat membalasnya,” ucapnya dengan tangis haru.

Warsiem menjelaskan, dagangannya tidak setiap hari laku hingga habis. Bahkan terkadang, dagangan yang ia siapkan masih tersisa banyak hingga siang hari. Di usianya yang sudah terbilang renta, Warsiem dan Sardi, mengaku semakin kesulitan mendapatkan penghasilan di masa pandemi COVID-19.

“Semenjak corona ini, dapat Rp100 ribu pun kadang-kadang. Itu pun kalau dapat,” ungkapnya.

Kendati memiliki anak, Warsiem tidak ingin hanya bergantung kepada anak-anaknya. Baginya, selagi bisa berusaha, maka ia dan suaminya akan terus berusaha. Terlebih lagi, ia menilai di usianya yang lebih dari setengah abad, ia dan suami harus banyak bergerak agar tubuh lebih sehat.

Tak hanya Warsiem dan Sardi. Uluran tangan para dermawan juga menyentuh Emi (45). Emi yang dalam kesehariannya berjualan kue tradisional keliling juga mengucap syukur atas semua yang ia terima. Dalam seharinya, keuntungan terbesar Emi hanya Rp50 ribu.

Dengan penghasilannya itu, ia berusaha memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sementara suaminya, turut bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah, terima kasih. Terkadang, ada dapat Rp50 ribu aja,” tuturnya.

Selain itu, Emi juga membuka warung kecil-kecilan di rumahnya. Selama pandemi, Emi baru sekali menerima bantuan dari pemerintah. Bantuan yang ia terima itu berjumlah Rp600 ribu.

Koordinator ACT Kota Tanjungpinang, Ilham mengatakan, aksi tersbut merupakan aksi yang dijalankan oleh ACT dan MRI se-Indonesia sejak dua hari yang lalu. Sasaran dari kegiatan itu, ialah para pelaku UMKM dan para pedagang kecil.

Ilham menjelaskan, sumber dana untuk menjalankan aksi tersebut ialah berasal dari kanal dermawan.id yang sudah dibangun ACT dan MRI.

“Sumber dana dari para dermawan di kanal kita dermawan.id. Jadi kita sudah siapkan jauh-jauh hari,” tuturnya di Kantor ACT Tanjungpinang, Sabtu (15/08).

Ilham menuturkan, aksi “Borong Dagangan dan Modalin Pedagang Kecil” itu akan terus berlanjut di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).(Hs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *