Masyarakat Menjerit, Kedai Kopi Kibarkan Bendera Putih

Masyarakat Menjerit, Kedai Kopi Kibarkan Bendera Putih

SAS Minta Pemko Percepat Salurkan Bansos

DK-Tanjungpinang-Pemberlakuan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Gurindam membuat pelaku usaha menjerit. Salah satu pelaku usaha yang menjerit ialah pemilik usaha kedai kopi yang berada di Jalan Pos.

Pemilik usaha di Jalan Pos tersebut yaitu Said Ahmad Syukri (SAS), Pria yang akrab disapa SAS tersebut mengibarkan bendera putih di tempat usaha miliknya tersebut. Ia mengemukakan bahwa alasannya mengibarkan bendera tersebut dikarenakan agar hati pemko terketuk melihat jeritan warganya yang mengalami kesulitan ekonomi di masa PPKM yang berkelanjutan ini.

“Kami mendukung adanya PPKM yang merupakan langkah nyata untuk memerangi Covid-19 akan tetapi, kami meminta perhatian Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menghadapi PPKM ini. Semoga terketuk pintu Hati pemko utk melihat dan mendengar jeritan warganya dalam menghadapi PPKM yang berkelanjutan, Namun belum mampu membantu masyarakat Yang terdampak kebijakan Ini. SAS sangat menyayangkan sikap pemko yang lebih penyaluran pada kelompok- kelompok yang sudah terdata saja,” jelas Said kepada media ini (Minggu,25/7).

Kemudian ia menyayangkan hanya dana Baznas dan pemerintah pusat yang diturunkan kepada masyarakat akan tetapi sampai sekarang perhatian pemerintah Kota Tanjungpinang sampai saat ini belum ada bantuannya kepada masyarakatnya.

“Nah yang kita ketahui itu pun hanya sembako dikemas dari dana Baznas , SAS harap pemko yang dibawah komando Ibu Rahma yang terhormat selaku Walikota Tanjungpinang seharusnya mampu mengatasi persoalan ekonomi semakin sulit ini, tidak Menutupi kemungkinan Masyarakat lama-lama bisa mati. Disini tentu harapan besar masyarakat terdampak harusnya pemko Jeli dalam penyaluran bantuan. Pemko Hari ini gagal Menyakinkan masyarakat kalau sembako yang disalurkan masih seputar penerima program pemko dan terpapar covid saja . Berapa banyak masyarakat yang belum terima bantuan dari PPKM darurat dan lainnya,” terang Pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPD PERPAT Tanjungpinang.

Kemudian ketika ditanyakan kenapa SAS angkat bendera putih?

Ia menjawab, “karena SAS anggap pemko tidak mampu,” tutupnya semangat.(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *